MURATARA NEWSLAN.ID – Kekesalan masyarakat terhadap pelayanan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24-316-89 Sungai Jauh, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), akhirnya memuncak. Praktik pengisian BBM yang diduga kuat lebih mengutamakan para "pengepok" (pengisi BBM berulang/skala besar) ketimbang masyarakat umum memicu amarah warga hingga viral di media sosial.
Melalui unggahan bernada pedas dan penuh kekecewaan, salah seorang warga meluapkan kekesalannya yang dialamatkan langsung kepada Bupati Muratara, Devi Suhartoni. Ia mendesak pemerintah daerah dan pihak berwenang untuk mengambil tindakan tegas, bahkan bila perlu menutup operasional SPBU tersebut.
"Tutup bae Pak Devi Suhartoni POM Sungai Jauh ko... tiap kali nak ngisi minyak kapan nak giliran awak ABS, nunggu lah 2 jam di antrian," tulis akun warga tersebut dalam unggahannya.
Warga mengeluhkan diskriminasi pelayanan yang sangat mencolok. Pengendara yang sekadar ingin mengisi BBM untuk kebutuhan kendaraan pribadi harus menyedot kesabaran ekstra, mengantre hingga berjam-jam tanpa kepastian. Namun di sisi lain, petugas SPBU justru disinyalir sibuk melayani oknum-oknum pengepok yang diduga mencari keuntungan pribadi.
Aksi "kucing-kucingan" dan pembiaran terhadap antrean panjang ini dinilai sudah sangat meresahkan. Manajemen SPBU Sungai Jauh dituntut untuk tidak pekak dan membisu terhadap penderitaan masyarakat kecil yang kerap kehabisan BBM akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab.
Desakan Evaluasi dan Sanksi Tegas
Masyarakat meminta manajemen dan petugas SPBU untuk berlaku bijak serta adil dalam mengatur alur pengisian BBM. Jangan sampai fasilitas umum yang disubsidi dan diperuntukkan bagi masyarakat luas justru dijadikan ajang "bisnis sampingan" yang merugikan publik.
Hingga berita ini diturunkan, warga mendesak Bupati Muratara beserta instansi terkait dan pihak Pertamina untuk turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU Sungai Jauh. Masyarakat menegaskan, jika praktik pengisian tak wajar ini terus dibiarkan tanpa ada sanksi tegas, gelombang protes warga dipastikan akan berlanjut.
Redaksi

