JAMBI NEWSLAN.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi menyampaikan klarifikasi tegas terkait beredarnya foto besi mencuat di ruas jalan Tanjung Dalam–Koto Tapus, Kabupaten Merangin.
Pihak dinas memastikan bahwa material besi yang ada dalam foto viral tersebut merupakan bekas pekerjaan lama saat jalan masih menjadi aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin pada 2018, bukan bagian dari proyek yang sedang berjalan saat ini.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Bina Marga Dinas PUTR Provinsi Jambi, Wahyu, menegaskan bahwa penanganan yang dilakukan Pemprov Jambi saat ini menggunakan spesifikasi teknis berupa besi wiremesh, sangat berbeda dengan material besi anyaman tunggal yang tampak pada foto viral tersebut.
"Foto yang beredar itu adalah pekerjaan tahun 2018 oleh Pemkab. Besi yang muncul itu besi anyaman tunggal, jelas bukan besi wiremesh yang kami gunakan," ujar Wahyu mewakili Kepala Bidang Bina Marga Iwan Rahmadi.
Wahyu menjelaskan, ruas jalan Tanjung Dalam–Koto Tapus memiliki panjang total sekitar 20 kilometer.
Jalan tersebut baru resmi beralih status dari aset kabupaten menjadi aset Provinsi Jambi pada tahun 2023. Setelah peralihan status, Pemprov Jambi langsung mengambil langkah perbaikan secara bertahap sesuai standar kualifikasi jalan provinsi.
Pada tahun 2025, Pemprov Jambi mengalokasikan anggaran sekitar Rp8 miliar untuk perbaikan awal, termasuk menutupi titik-titik bekas pekerjaan lama yang rusak.
Memasuki tahun 2026, penanganan dilanjutkan dengan anggaran sebesar Rp6,524 miliar, sehingga total alokasi anggaran yang dikucurkan mencapai Rp14 miliar.
"Tahun lalu sudah ada 5 titik bekas pekerjaan lama yang kami tangani, dan tahun ini ada 3 titik lagi. Proyek penanganan direncanakan menyasar hingga Jembatan Maras dengan menerapkan skala prioritas karena keterbatasan anggaran," jelasnya.
Untuk pekerjaan tahun 2026, progres di lapangan saat ini baru memasuki tahap pengecoran Lean Concrete (LC).
Rencananya, penanganan akan mencakup pengecoran beton semen murni (rigid pavement) sepanjang kurang lebih 700 meter serta penimbunan pilihan sepanjang sekitar 1 kilometer.
Pihak rekanan kontraktor turut menegaskan hal serupa. Masyarakat diimbau untuk tidak terkecoh oleh kabar simpang siur, mengingat proses pengerjaan oleh Dinas PUTR Provinsi Jambi terus berjalan secara bertahap demi memulihkan aksesibilitas jalan tersebut secara maksimal.
Redaksi

