MALANG NEWSLAN.ID. Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI) kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak calon penegak hukum yang berkualitas. Menjadi salah satu wadah edukasi praktis, LPKNI memberikan pengalaman nyata bagi para mahasiswa Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk menyelami secara langsung dunia praktik hukum di Indonesia.
Selama mengikuti program magang, para mahasiswa UMM tidak hanya berkutat pada teori akademis yang didapat di bangku kuliah, tetapi juga diterjunkan langsung dalam berbagai aktivitas hukum substansial, mulai dari pelayanan pengaduan masyarakat hingga dinamika proses peradilan.
Pada minggu pertama pelaksanaan magang, para peserta diperkenalkan dengan sistem kerja internal LPKNI. Mereka diberikan pemahaman mendalam mengenai peran strategis lembaga dalam mengadvokasi dan melindungi hak-hak konsumen yang menghadapi sengketa hukum. Selain itu, para mahasiswa diberikan akses untuk mempelajari berkas-berkas perkara real, menelaah arsip pengaduan, serta memetakan alur kerja penanganan keluhan masyarakat secara komprehensif.
Memasuki minggu kedua dan seterusnya, bobot kegiatan magang ditingkatkan ke taraf yang lebih teknis. Para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang ini mendapatkan pembekalan intensif terkait metodologi analisis putusan Mahkamah Agung, penyusunan pendapat hukum (legal opinion), serta pembedahan struktur legalitas badan usaha seperti Perseroan Terbatas (PT) dan Commanditaire Vennootschap (CV). Di sektor ketenagakerjaan, mereka dilatih secara khusus untuk menyusun draft Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT)—sebuah keterampilan esensial yang sangat dibutuhkan di industri hukum modern.
Intensitas kegiatan semakin terasa saat mahasiswa dilibatkan langsung dalam penyusunan instrumen dan dokumen hukum formal. Mereka dibimbing untuk merancang surat gugatan, surat kuasa, surat teguran (somasi), hingga penerbitan Surat Keputusan (SK) internal organisasi. Pelatihan ini bertujuan untuk mengasah ketelitian teknis agar setiap dokumen hukum disusun secara sistematis, lugas, dan patuh pada kaidah hukum acara yang berlaku.
Tidak berhenti pada ranah administratif, LPKNI juga memberikan pengalaman peradilan modern. Para mahasiswa dilatih mengoperasikan platform digital e-Court milik Mahkamah Agung untuk proses pendaftaran perkara. Pengalaman lapangan makin lengkap saat mereka mendampingi tim hukum menyerahkan berkas fisik langsung ke pengadilan serta berpartisipasi aktif dalam rapat konsultasi penanganan perkara (case conference).
Puncak dari pengalaman magang ini dirasakan saat para mahasiswa berkesempatan menghadiri langsung persidangan perkara pidana di pengadilan. Mereka menyaksikan secara dekat alur pembuktian, mulai dari agenda pemeriksaan saksi, pemeriksaan terdakwa, hingga pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dinamika lapangan seperti penundaan jadwal sidang justru memberikan pelajaran berharga mengenai realitas, fleksibilitas, dan ketahanan mental seorang praktisi hukum di ruang sidang.
Program magang holistik di LPKNI ini terbukti efektif menjembatani jurang antara teori akademis dan kebutuhan dunia kerja. Para peserta tidak hanya dilatih berpikir kritis dan analitis, tetapi juga ditanamkan etika integritas profesi yang kuat. Pengalaman langsung ini mempertegas pemahaman mereka bahwa hukum bukan sekadar teks kaku dalam buku teks, melainkan instrumen dinamis yang hadir untuk memberikan keadilan dan perlindungan bagi masyarakat.
Melalui pembekalan yang matang ini, para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang diharapkan mampu membawa nilai tambah, rekam jejak keterampilan, serta kesiapan mental yang tinggi untuk menunjang karier masa depan mereka, baik sebagai advokat, hakim, jaksa, akademisi, maupun konsultan hukum yang profesional.*
Redaksi

