PADANG, NEWSLAN.ID — Kualitas pelayanan dan pengawasan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Mata Air Padang kembali menuai sorotan tajam dan kecaman dari masyarakat konsumen. Belum usai keresahan publik terkait isu kelangkaan dan mutu BBM, kini muncul dugaan skandal baru yang sangat merugikan pemilik kendaraan.
Bukan hanya Pertalite yang bermasalah, jenis bahan bakar non-subsidi kelas premium sekelas Pertamax pun kini ditemukan tercemar endapan pekat menyerupai semen atau debu halus berwarna kelabu.
Pembongkaran Tangki Menguak Fakta Mengerikan
Berdasarkan temuan di lapangan, seorang pemilik kendaraan Daihatsu Gran Max mendapati mobilnya mengalami gangguan berat hingga terpaksa membongkar tangki bahan bakar. Pembongkaran tersebut menyajikan pemandangan yang mengejutkan:
Saringan Bensin Tersekat Endapan: Saringan pada fuel pump (pompa bahan bakar) dipenuhi endapan tebal berwarna abu-abu yang mengeras seperti semen. Saat disentuh dengan jari, material tersebut meninggalkan kerak kelabu yang lengket dan berdebu.
Pengakuan Korban: Pemilik kendaraan mengaku mengisi BBM jenis Pertamax senilai Rp365.000 di SPBU Mata Air Padang pada malam sebelumnya. Siang harinya, kendaraan tersebut langsung mogok akibat saringan bensin tersumbat total oleh lumpur/endapan semen tersebut.
Kualitas Warna BBM Mencurigakan: Cairan Pertamax yang disedot dari dalam tangki juga memperlihatkan tingkat keruhan yang tidak lazim bila dibandingkan dengan standar BBM bersih yang seharusnya bening kebiruan.
"Ini gebrakan baru atau gimana? Kita beli Pertamax mahal-mahal, bukannya performa mesin makin bagus, malah dapat bonus 'semen' yang bikin tangki dan saringan rusak!" ujar salah seorang teknisi/mekanik saat menunjukkan saringan bensin yang tercemar.
Pengawasan Pertamina Pertanyakan!
Temuan ini memicu pertanyaan besar terkait sistem manajemen quality control dan kebersihan tangki penyimpanan di SPBU Mata Air, Padang. Apakah ada unsur kelalaian fatal saat pengisian tangki pendam, kontaminasi material bangunan, atau bahkan indikasi kecurangan dalam rantai distribusi?
BBM non-subsidi seperti Pertamax dibeli masyarakat dengan harga lebih mahal demi menjaga performa mesin. Namun, dengan adanya temuan zat asing padat menyerupai semen ini, konsumen jelas dirugikan secara finansial akibat biaya perbaikan mekanis dan kerusakan komponen kendaraan.
Masyarakat dan para pemilik kendaraan mendesak pihak Pertamina serta aparat penegak hukum (APH) untuk segera turun tangan memutus mata rantai masalah ini. Harus ada investigasi menyeluruh dan sanksi tegas terhadap pengelola SPBU jika terbukti melalaikan standar mutu bahan bakar yang dijual ke publik.
Tim Redaksi Newslan.id akan terus mengawal perkembangan kasus ini hingga ada tindakan tegas dan pertanggungjawaban resmi dari pihak SPBU maupun Pertamina.
Redaksi

