NEWSLAN.ID, Lampung Selatan — Peralatan pemantauan Gunung Anak Krakatau (GAK) dilaporkan hilang akibat pencurian. Kondisi tersebut diketahui saat tim melakukan pemeriksaan sekaligus perbaikan peralatan pemantauan di kawasan Gunung Anak Krakatau, Minggu (27/9/2026).
Peralatan yang hilang berupa delapan unit accu berkapasitas 75 ampere yang berfungsi sebagai sumber daya listrik untuk mendukung sistem pemantauan, termasuk kamera CCTV.
Akibat hilangnya accu tersebut, sistem pemantauan melalui CCTV tidak dapat berfungsi secara normal sehingga kondisi Gunung Anak Krakatau tidak bisa dipantau secara langsung melalui perangkat tersebut.
Petugas pemantau Gunung Anak Krakatau, Suwarno, mengatakan, pencurian diketahui ketika tim tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan peralatan.
Menurut Suwarno, pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 15.05 WIB, tim yang berasal dari wilayah Bandung, Jakarta, Hargo Pancuran, serta Pasauran, Labuan, dan Anyer, Banten, tiba di kawasan pantai Gunung Anak Krakatau.
Setibanya di lokasi, tim mendapati sejumlah peralatan sistem peringatan dini dan pemantauan, khususnya accu, telah raib.
“Ketika sampai di lokasi, kami melihat accu untuk peralatan pemantauan sudah hilang,” ujar Suwarno saat diwawancarai Media Newslan.id, .
Ia menegaskan, peralatan pemantauan Gunung Anak Krakatau memiliki fungsi penting karena menjadi salah satu sarana untuk memperoleh informasi mengenai aktivitas gunung api secara langsung.
Menurutnya, keberadaan sistem pemantauan tersebut berkaitan erat dengan upaya mitigasi bencana dan keselamatan masyarakat yang berada di wilayah pulau Jawa dan lampung
“Peralatan pemantauan ini menjadi mata dan telinga untuk keselamatan masyarakat. Karena itu, kami berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat peralatan yang berada di kawasan Gunung Anak Krakatau,” katanya.
Suwarno juga mengimbau masyarakat agar tidak mengambil ataupun merusak peralatan pemantauan yang berada di kawasan gunung api. Sebab, peralatan tersebut bukan sekadar perangkat biasa,
melainkan bagian dari sistem pemantauan yang digunakan untuk mendukung penyampaian informasi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Ia berharap peralatan yang hilang dapat segera ditemukan atau diganti sehingga sistem pemantauan dapat kembali berfungsi secara optimal.
“Mohon kepada masyarakat untuk sama-sama menjaga peralatan yang ada. Ini untuk kepentingan dan keselamatan masyarakat luas,” pungkasnya.
(Ardiyanto)

