News Flash
Terpercaya, NEWSLAN.ID - Berita & InvestigasiIkuti terus perkembangan berita terbaru hanya di NEWSLAN.IDTerpercaya, NEWSLAN.ID - Berita & InvestigasiIkuti terus perkembangan berita terbaru hanya di NEWSLAN.ID
NEWSLAN
Home🎮 Games

Memuat Berita...

HomeProductsVideoProfile
NEWSLAN.ID

Informasi

  • Redaksi
  • Company Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Layanan

  • Langganan
  • Video Shorts
  • Kontak

Kontak Kami

WhatsApp:

Email: redaksi@newslan.id

© 2026 NEWSLAN.ID - . Diterbitkan oleh PT. LINTAS AKTUAL NUSANTARA.

Home
Artikel
Detail
Artikel

Masalahnya Bukan pada Amerika. Masalahnya pada Cara Kita Bernegosiasi.

R
Redaksi
NEWSLAN.ID22 Februari 2026 pukul 15.02 WIB
780
Share Berita:
WhatsApp
Facebook
X / Twitter
Masalahnya Bukan pada Amerika. Masalahnya pada Cara Kita Bernegosiasi.
Foto: Dok. NEWSLAN.ID

Newslan-id Jakarta. Perdebatan soal kesepakatan dagang Indonesia–Amerika terlalu cepat diarahkan pada dikotomi lama: pro asing versus pro nasional. Padahal isu yang lebih mendasar justru ada di dalam negeri.

Masalahnya bukan pada siapa mitra dagangnya.

Masalahnya pada bagaimana negara merancang strategi ekonominya.

Selama dua dekade terakhir, kebijakan ekonomi Indonesia cenderung reaktif. Ketika ekspor tertekan, kita cari akses pasar. Ketika defisit melebar, kita tawarkan konsesi. Ketika investasi melambat, kita longgarkan aturan.

Itu bukan strategi jangka panjang. Itu respons jangka pendek.

Jika benar ada komitmen impor energi bernilai miliaran dolar sebagai bagian dari keseimbangan dagang, maka pola pikirnya jelas: stabilitas akses pasar dibeli dengan komitmen pembelian. Ini pendekatan transaksional.

Pertanyaannya: di mana desain industrial jangka panjangnya?

Jika pengecualian TKDN diberikan, itu berarti instrumen kebijakan industri dikurangi demi kepastian investasi. Jika investasi tanpa batas kepemilikan dibuka di sektor strategis, itu berarti negara rela mengurangi kontrol demi percepatan arus modal.

Setiap kebijakan itu bisa saja rasional secara parsial.

Tetapi jika dilakukan tanpa kerangka besar, ia menjadi potongan-potongan konsesi yang tidak terintegrasi.

Negara-negara yang berhasil naik kelas tidak sekadar membuka diri. Mereka membuka diri dengan syarat. Mereka menegosiasikan transfer teknologi, peningkatan kapasitas lokal, dan kewajiban nilai tambah domestik yang jelas.

Keterbukaan bukan masalah.

Keterbukaan tanpa peta jalan adalah masalah.

Dalam konteks global hari ini di mana rantai pasok direstrukturisasi dan mineral kritis diperebutkan Indonesia sebenarnya berada pada posisi tawar yang kuat. Kita memiliki sumber daya yang dibutuhkan dunia. Kita bukan pemain kecil tanpa leverage.

Namun leverage hanya bernilai jika digunakan dalam kerangka strategi.

Loading Ad...
ADVERTISEMENT

Jika setiap tekanan eksternal dijawab dengan konsesi sektoral, maka yang terbentuk bukanlah transformasi ekonomi, melainkan ketergantungan yang makin dalam pada arus modal dan permintaan luar negeri.

Lebih jauh lagi, ada pola yang patut dicermati:

kebijakan ekonomi kita sering kali diumumkan sebagai “keberhasilan negosiasi”, tetapi detail klausulnya minim transparansi publik. Padahal dalam ekonomi modern, legitimasi bukan hanya soal hasil, tetapi juga soal proses dan akuntabilitas.

Tanpa transparansi, publik hanya diminta percaya.

Dan kepercayaan tanpa informasi adalah spekulasi.

Ini bukan soal menolak globalisasi.

Ini soal memastikan globalisasi bekerja dalam kerangka kepentingan nasional yang dirancang, bukan dinegosiasikan secara sporadis.

Kalau setiap akses pasar harus dibayar dengan pelonggaran regulasi, kalau setiap arus modal harus ditebus dengan pelemahan instrumen kebijakan, maka lambat laun negara kehilangan alatnya sendiri untuk membentuk arah pembangunan.

Tarif bisa naik dan turun.

Investasi bisa datang dan pergi.

Tetapi ketika negara terbiasa bernegosiasi secara transaksional tanpa arsitektur besar, yang hilang bukan sekadar proteksi. Yang hilang adalah kendali strategis atas masa depan ekonominya sendiri.

Dan itu jauh lebih mahal daripada 19 persen tarif.

✍️ Ekky Dirgantara

Bagikan Berita Ini

Share Berita:
WhatsApp
Facebook
X / Twitter

Berita Terkait

Lihat Semua
TRANSFORMASI TRANSPORTASI UMUM DEMI KEMANDIRIAN ENERGI INDONESIA
Artikel

TRANSFORMASI TRANSPORTASI UMUM DEMI KEMANDIRIAN ENERGI INDONESIA

Wajar Panik! Segini Asumsi Kerugian Koruptor Samsat, Setelah Aturan KDM Diterapkan.
Artikel

Wajar Panik! Segini Asumsi Kerugian Koruptor Samsat, Setelah Aturan KDM Diterapkan.

TANPA ETIKA ILMUMU  MERUSAK INDONESIA
Artikel

TANPA ETIKA ILMUMU MERUSAK INDONESIA

PARADOKS EFISIENSI: MEMANGKAS ANGGARAN KESELAMATAN, MEMPERTARUHKAN GENERASI EMAS
Artikel

PARADOKS EFISIENSI: MEMANGKAS ANGGARAN KESELAMATAN, MEMPERTARUHKAN GENERASI EMAS

Advertisement

lpkni

Advertisement

Newslan hut

Advertisement

bus SUMATERA jawa

Advertisement

pupuk

Advertisement

pupuk

Berita Terbaru

TRANSFORMASI TRANSPORTASI UMUM DEMI KEMANDIRIAN ENERGI INDONESIA
Artikel

TRANSFORMASI TRANSPORTASI UMUM DEMI KEMANDIRIAN ENERGI INDONESIA

14 Apr
Menjaga Hubungan Sosial Dan Spiritualitas Dengan Rekreasi Bersama Tetangga.
Berita

Menjaga Hubungan Sosial Dan Spiritualitas Dengan Rekreasi Bersama Tetangga.

14 Apr

Trending Now

Last 7 Days
01

Breaking News..!!! ST Bos Penampung Emas Hasil Peti Digrebek Reskrimsus Polda Jambi

Berita
02

Breaking News...!!! Sekelompok Warga SAD Obrak-abrik Kantor PT SAL 1 Inti 2 di Desa Bukit Suban

Berita
03

Polda Jambi Ungkap Dugaan Tindak Pidana Migas, Pelangsiran Solar Subsidi di SPBU Lubuk Landai

Berita
Konflik SAD dan PT SAL, Aparat dan Tokoh Masyarakat Perkuat Dialog Damai
Berita

Konflik SAD dan PT SAL, Aparat dan Tokoh Masyarakat Perkuat Dialog Damai

13 Apr
Wakapolda Jambi Kunjungi Polres Tebo, Bungo, dan Merangin, Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Publik
Berita

Wakapolda Jambi Kunjungi Polres Tebo, Bungo, dan Merangin, Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Publik

13 Apr
Polri Gerak Cepat, Konflik SAD dan Security PT SAL di Sarolangun Berhasil Dikendalikan
Berita

Polri Gerak Cepat, Konflik SAD dan Security PT SAL di Sarolangun Berhasil Dikendalikan

13 Apr
Lihat Semua Berita
04

Pemkab Merangin, DPRD Merangin Bersama BPJS Ketenagakerjaan Menyerahkan Santunan JKK dan Beasiswa Ahli Waris Muhamad Yani

Berita
05

Wajar Panik! Segini Asumsi Kerugian Koruptor Samsat, Setelah Aturan KDM Diterapkan.

Artikel
06

Kepala Sekolah SDN 2 Margoyoso Geram, Ancaman Lapor Polisi Atas Pemotongan Bantuan PIP.

Berita
07

BPN Lahat, BPN Sumsel dan Kementerian ATR/BPN Tak Hadiri Mediasi Lapangan yang Disepakati di PN Lahat

Berita