News Flash
Terpercaya, NEWSLAN.ID - Berita & InvestigasiIkuti terus perkembangan berita terbaru hanya di NEWSLAN.IDTerpercaya, NEWSLAN.ID - Berita & InvestigasiIkuti terus perkembangan berita terbaru hanya di NEWSLAN.ID
NEWSLAN
Home🎮 Games

Memuat Berita...

HomeProductsVideoProfile
NEWSLAN.ID

Informasi

  • Redaksi
  • Company Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Layanan

  • Langganan
  • Video Shorts
  • Kontak

Kontak Kami

WhatsApp:

Email: redaksi@newslan.id

© 2026 NEWSLAN.ID - . Diterbitkan oleh PT. LINTAS AKTUAL NUSANTARA.

Home
Artikel
Detail
Artikel

Bukan Sekadar Tangkap Penjahat: Begini Cara Polisi di Negara Maju Naik Pangkat

R
Redaksi
NEWSLAN.ID22 Februari 2026 pukul 12.27 WIB
366
Share Berita:
WhatsApp
Facebook
X / Twitter
Bukan Sekadar Tangkap Penjahat: Begini Cara Polisi di Negara Maju Naik Pangkat
Foto: Dok. NEWSLAN.ID

Newslan-id Jakarta. ​Menilai prestasi seorang polisi mungkin terdengar sederhana: semakin banyak penjahat yang ditangkap, semakin pantas ia naik pangkat. Namun, tahukah Anda bahwa pola pikir seperti ini perlahan mulai ditinggalkan oleh institusi kepolisian modern di dunia?

​Mengejar angka penangkapan terbukti memiliki celah bahaya. Demi memenuhi target atau kuota, risiko terjadinya rekayasa kasus hingga salah tangkap menjadi sangat tinggi. Untuk menghindari jebakan tersebut, banyak negara maju telah mengubah total cara mereka mengukur "prestasi" seorang aparat penegak hukum.

​Mari kita intip bagaimana negara-negara ini mendefinisikan ulang arti keberhasilan seorang polisi:

​1. Inggris (UK): Kepercayaan Publik Jadi Prioritas Utama

​Di Inggris, berhasil melumpuhkan penjahat kelas kakap tidak otomatis membuat seorang polisi mendapatkan kenaikan pangkat keesokan harinya.

​Tolok Ukur Prestasi: Kinerja polisi dinilai dari seberapa aman lingkungan yang mereka jaga (turunnya angka kejahatan) dan seberapa tinggi tingkat kepercayaan masyarakat (public trust).

​Sistem Promosi: Mereka menggunakan sistem ujian objektif yang sangat ketat. Seorang polisi wajib lulus ujian hukum tertulis dan simulasi kepemimpinan yang dinilai oleh tim independen. Kenaikan pangkat bukan lagi sekadar menunggu "rekomendasi atasan".

​2. Amerika Serikat (USA): Meninggalkan Target Angka, Beralih ke Data

​Amerika Serikat memiliki catatan kelam terkait sistem kuota. Di masa lalu, kinerja sering diukur dari banyaknya surat tilang yang dikeluarkan atau jumlah penangkapan terkait kasus narkoba, yang sayangnya kerap berujung pada diskriminasi dan salah tangkap.

​Sistem Baru: Kini, kepolisian besar seperti di New York (NYPD) memanfaatkan CompStat, sebuah sistem manajemen berbasis data.

​Fokus Evaluasi: Pemimpin kepolisian dievaluasi berdasarkan kemampuan mereka menurunkan tren kejahatan di wilayahnya, bukan dari seberapa banyak orang yang dijebloskan ke penjara. Selain itu, promosi jabatan wajib melalui Ujian Pegawai Negeri (Civil Service Exam) yang kompetitif.

​3. Jepang: Mencegah Lebih Baik daripada Menangkap

Loading Ad...
ADVERTISEMENT

Bagikan Berita Ini

Share Berita:
WhatsApp
Facebook
X / Twitter

Berita Terkait

Lihat Semua

​Jepang secara konsisten mencatatkan diri sebagai salah satu negara dengan tingkat kejahatan terendah di dunia. Kekuatan utama mereka ada pada sistem Koban, yakni pos polisi kecil yang tersebar di setiap lingkungan warga.

​Filosofi Prestasi: Keberhasilan polisi diukur dari seberapa erat mereka mengenal warga sekitar dan kemampuannya menyelesaikan konflik warga sebelum membesar menjadi kasus pidana.

​Ujian Sulit: Untuk bisa naik pangkat, polisi harus melewati ujian nasional tertulis yang sangat sulit—mencakup hukum tata negara, pidana, dan administrasi. Hal ini memastikan aparat penegak hukum memiliki kecerdasan dan pemahaman hukum yang kuat agar tidak gegabah dalam bertindak.

​Cara Mereka Mencegah Rekayasa Kasus demi Jabatan

​Negara-negara ini sangat sadar bahwa sistem promosi rentan disalahgunakan. Oleh karena itu, mereka membangun benteng pengawasan yang jauh lebih kokoh:

​Pengawas Sipil Independen: Di Inggris, terdapat lembaga khusus (seperti Independent Office for Police Conduct) yang bertugas menyelidiki polisi bermasalah. Lembaga ini diisi oleh warga sipil, sehingga memutus rantai saling menutupi atau rasa sungkan antar-anggota polisi.

​Pemisahan Wewenang Secara Tegas: Di banyak negara Eropa, polisi hanya bertugas mengumpulkan bukti. Namun, yang berhak menentukan apakah bukti tersebut sah dan layak dibawa ke pengadilan adalah Jaksa. Jaksa bekerja secara mandiri dan berhak menolak berkas jika bukti terlihat dipaksakan atau direkayasa.

​Kesimpulan

Sistem penghargaan berbasis kinerja memang krusial agar polisi termotivasi dan bekerja profesional. Namun, tolok ukur kesuksesan harus diubah. Mencegah terjadinya kejahatan dan menjaga integritas dalam penanganan hukum adalah prestasi sejati yang bernilai jauh lebih tinggi dibandingkan sekadar perlombaan mengejar angka penangkapan.

LM

TRANSFORMASI TRANSPORTASI UMUM DEMI KEMANDIRIAN ENERGI INDONESIA
Artikel

TRANSFORMASI TRANSPORTASI UMUM DEMI KEMANDIRIAN ENERGI INDONESIA

Wajar Panik! Segini Asumsi Kerugian Koruptor Samsat, Setelah Aturan KDM Diterapkan.
Artikel

Wajar Panik! Segini Asumsi Kerugian Koruptor Samsat, Setelah Aturan KDM Diterapkan.

TANPA ETIKA ILMUMU  MERUSAK INDONESIA
Artikel

TANPA ETIKA ILMUMU MERUSAK INDONESIA

PARADOKS EFISIENSI: MEMANGKAS ANGGARAN KESELAMATAN, MEMPERTARUHKAN GENERASI EMAS
Artikel

PARADOKS EFISIENSI: MEMANGKAS ANGGARAN KESELAMATAN, MEMPERTARUHKAN GENERASI EMAS

Advertisement

lpkni

Advertisement

Newslan hut

Advertisement

bus SUMATERA jawa

Advertisement

pupuk

Advertisement

pupuk

Berita Terbaru

Sempat Kabur Lompat ke Sungai Saat Digrebek, Bandar Sabu di Desa Pamah Akhirnya Ditangkap di Aceh
Berita

Sempat Kabur Lompat ke Sungai Saat Digrebek, Bandar Sabu di Desa Pamah Akhirnya Ditangkap di Aceh

22 Apr
Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026, Polres Sarolangun Perkuat Sinergi Lintas Instansi
Berita

Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026, Polres Sarolangun Perkuat Sinergi Lintas Instansi

21 Apr

Trending Now

Last 7 Days
01

PLN Ulp Bangko Akan Memutus Kabel WiFi, Tv Kabel Dan IndiHome Yang Semerawut Nyantol Di Tiang Listrik PLN Tanpa Izin

Berita
02

Polda Jambi Gelar Konferensi Pers, DPO Narkotika Berhasil Ditangkap di Tanjab Barat

Berita
03

Komisi X DPR RI Menyoroti Mekanisme Penentuan Uang Kuliah Tunggal

Berita
Perkuat Kemitraan, Polda Jambi silaturahmi bersama PWI Kota Jambi Siap Hadapi Tantangan Informasi Digital
Berita

Perkuat Kemitraan, Polda Jambi silaturahmi bersama PWI Kota Jambi Siap Hadapi Tantangan Informasi Digital

21 Apr
Usai Peringatan Hari Kartini, Belasan Siswa SDN Balongmulyo Rembang Diduga Keracunan MBG
Berita

Usai Peringatan Hari Kartini, Belasan Siswa SDN Balongmulyo Rembang Diduga Keracunan MBG

21 Apr
Bu Selamat Hari Kartini Juga Ya
Berita

Bu Selamat Hari Kartini Juga Ya

21 Apr
Lihat Semua Berita
04

KURNIADI HIDAYAT KECAM ATAS RANGKAP JABATAN OLEH SUDIRMAN SEKDA PROVINSI JAMBI DAN KOMISARIS UTAMA BANK JAMBI

Berita
05

Warga Pengguna Jalan Di Tanjungsari Resah Adanya Kabel Jaringan Wifi Di Tanjungsari Sampai Srliweran Kebadan Jalan

Berita
06

Polda Jambi dan Polres Jajaran Intensifkan Pengecekan SPBU, Pastikan Stok BBM Aman Pasca Penyesuaian Harga

Berita
07

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Berita