Newslan-id Jakarta. Awal bulan Ramadan ini kita memang benar-benar diuji kesabarannya.
1. Polisi yang (masih) menjadi pembunuh rakyatnya sendiri. Bahkan kali ini, seorang bocah yang harus meregang nyawa.
2. Pejabat inkompeten dan bobrok, yang berhasil diturunkan dengan mengorbankan nyawa rakyat, kembali lagi ke panggung dengan cengengesan.
3. Seorang menteri berkata pihak yang menolak MBG dan Koperasi Merah Putih itu melanggar HAM. Saya tidak paham bagaimana pejabat sepintar ini bisa langgeng menduduki jabatannya.
4. Presiden menunjuk pensiunan TNI jadi Direktur Utama BPJS Kesehatan. Ini real 19 juta lapangan pekerjaan, tapi bagi teman-teman dekat saja.
5. Pemerintah resmi akan mengirim data pribadi rakyat Indonesia ke AS setelah deal antara Prabowo dan Trump.
6. Menteri Desa dan PDT berkata, jika Kopdes Merah Putih berdiri, Alfamart dan Indomaret harus stop. Ini the real pemerintah yang takut berkompetisi secara sehat. Seperti kasus Pertamina yang akhirnya membuat SPBU swasta kabur.
7. Wakil Kepala BGN, memberi emoji monyet kepada Ketua BEM UGM ketika MBG dikritik. Selanjutnya, Ketua BEM itu diteror mulai dirinya sampai keluarganya.
8. ABK yang baru bekerja tiga hari, seorang anak muda, terancam hukuman mati karena dituduh menyelundupkan sabu hampir seberat 2 ton. Logis?
Masih ada beberapa lagi sebenarnya berita yang mau saya tulis, tapi segini saja sudah bikin saya senewen sendiri. Menjadi WNI memang berat, karena setiap hari harus menghadapi hal-hal seperti di atas.
Tetapi apapun yang terjadi, kita memang tidak boleh lelah mencintai negeri ini..
Penulis: Dimas Budi Prasetyo
...........







