News Flash
Terpercaya, NEWSLAN.ID - Berita & InvestigasiIkuti terus perkembangan berita terbaru hanya di NEWSLAN.IDTerpercaya, NEWSLAN.ID - Berita & InvestigasiIkuti terus perkembangan berita terbaru hanya di NEWSLAN.ID
NEWSLAN
Home🎮 Games

Memuat Berita...

HomeProductsVideoProfile
NEWSLAN.ID

Informasi

  • Redaksi
  • Company Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Layanan

  • Langganan
  • Video Shorts
  • Kontak

Kontak Kami

WhatsApp:

Email: redaksi@newslan.id

© 2026 NEWSLAN.ID - . Diterbitkan oleh PT. LINTAS AKTUAL NUSANTARA.

Home
Artikel
Detail
Artikel

Koperasi Merah Putih Ada di Setiap Desa. Bikin Untung atau Buntung...??

R
Redaksi
NEWSLAN.ID22 Februari 2026 pukul 13.18 WIB
1017
Share Berita:
WhatsApp
Facebook
X / Twitter
Koperasi Merah Putih Ada di Setiap Desa. Bikin Untung atau Buntung...??
Foto: Dok. NEWSLAN.ID

Newslan-id Jambi. Koperasi Merah Putih Ada di Setiap Desa. Bikin Untung atau Buntung...??

Ini itung itungan saya wong cilik yg ditunjuk jadi ketua koperasi desa Sidokarto.

Pinjaman: Rp 3 miliar.

2.5M untuk bangunan, alat prasarana dan kendaraan.

500 juta modal muter usaha.

Ini utang bosskuh bukan hibah, bunga 4% per tahun. Jadi begitu kita ready duit modal diterima dan bangunan sudah dibikin, maka bulan depan kita sudah harus bayar angsuran 50 juta / bulan.

Atau

Cicilan: Rp600 juta per tahun

👉Untuk menghasilkan Rp50 juta laba bersih per bulan:

Jika margin bersih koperasi 5%,

maka harus menghasilkan:

Rp50 juta ÷ 5% =

Rp1 miliar omzet per bulan.

Artinya koperasi harus memutar omzet:

± Rp33 juta per hari, stabil.

Kalau margin hanya 3% (lebih realistis untuk retail sembako), maka:

Rp50 juta ÷ 3% =

Rp1,67 miliar omzet per bulan.

Apakah semua desa punya daya beli sebesar itu?

Belum tentu.!!!

Apakah pengurus koperasi punya pengalaman ngelola duit sebesar itu stabil beberapa tahun ?

Coba cek, ketua koperasi yg berlatar belakang pengusaha dengan omzet di atas 1 M sebulan, ada gak?

KDMP bukan bisnis warung kelontong di desa yg omzetnya cuma beberapa desa.

Tapi harus 33 juta perhari. Biar bisa bayar angsuran 50 juta perbulan. Itu belum buat bayar pegawai, SHU dll.

Pegawai digaji, para patriot pengurus koperasi dapat SHU, yg dibayar dengan Yen, yen Ono sisa keuntungan setelah bayar angsuran dan biaya operasional.😊🤭

Skenario Gagal Bayar

1️⃣ Macet Ringan.

Koperasi hanya mampu menghasilkan laba Rp35 juta per bulan.

Loading Ad...
ADVERTISEMENT

Defisit Rp15 juta per bulan.

Setahun defisit Rp180 juta.

Kemungkinan akan terjadi restrukturisasi.

2️⃣ Macet Sedang.

Koperasi hanya mampu bayar Rp25 juta per bulan.

Defisit Rp25 juta per bulan.

Setahun defisit Rp300 juta.

✓Cashflow tertekan.

✓Pengurus mulai disalahkan.

✓Kepercayaan mulai retak.

3️⃣ Gagal Total (Zonk)

Koperasi tidak menghasilkan laba sama sekali.

Lubang Rp600 juta per tahun.

Bunga tetap berjalan.

Status kredit bermasalah.

Sekarang hubungkan dengan kondisi desa yang ruang fiskalnya sudah sempit.

Jika desa harus ikut menopang atau terdampak skema pembiayaan, alias yang bayar utang dibebankan dana desa maka:

✓Pembangunan jalan bisa berhenti.

✓Saluran air tertunda.

✓Program pemberdayaan terpangkas.

✓Infrastruktur kecil desa terancam macet.

Dalam ekonomi publik, ini disebut crowding out:

anggaran pembangunan tersedot untuk menambal risiko usaha..

Para pengusaha pasti paham harga di bawah pasar distributor pasti tidak mau rugi.. Harga ya standart distributor. Jual tidak bisa di bawah pasar paling tidak sama dengan pasar. Di sini persaingan sesama bakul terjadi.. Apalagi sudah ada pasar atau tempat jual yg lebih murah dari umumnya pasti keuntungan semakin kecil. Tidak semua orang desa beli ke koperasi itu mutlak cenderung beli ke tetangga karena faktor waktu dan transportasi.

Uang pajak dipakai coba coba..

Bagikan Berita Ini

Share Berita:
WhatsApp
Facebook
X / Twitter

Berita Terkait

Lihat Semua
Advertisement

lpkni

Advertisement

Newslan hut

Advertisement

bus SUMATERA jawa

Advertisement

pupuk

Advertisement

pupuk

Berita Terbaru

Sempat Kabur Lompat ke Sungai Saat Digrebek, Bandar Sabu di Desa Pamah Akhirnya Ditangkap di Aceh
Berita

Sempat Kabur Lompat ke Sungai Saat Digrebek, Bandar Sabu di Desa Pamah Akhirnya Ditangkap di Aceh

22 Apr
Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026, Polres Sarolangun Perkuat Sinergi Lintas Instansi
Berita

Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026, Polres Sarolangun Perkuat Sinergi Lintas Instansi

21 Apr

Trending Now

Last 7 Days
01

PLN Ulp Bangko Akan Memutus Kabel WiFi, Tv Kabel Dan IndiHome Yang Semerawut Nyantol Di Tiang Listrik PLN Tanpa Izin

Berita
02

Polda Jambi Gelar Konferensi Pers, DPO Narkotika Berhasil Ditangkap di Tanjab Barat

Berita
03

Komisi X DPR RI Menyoroti Mekanisme Penentuan Uang Kuliah Tunggal

Berita
Perkuat Kemitraan, Polda Jambi silaturahmi bersama PWI Kota Jambi Siap Hadapi Tantangan Informasi Digital
Berita

Perkuat Kemitraan, Polda Jambi silaturahmi bersama PWI Kota Jambi Siap Hadapi Tantangan Informasi Digital

21 Apr
Usai Peringatan Hari Kartini, Belasan Siswa SDN Balongmulyo Rembang Diduga Keracunan MBG
Berita

Usai Peringatan Hari Kartini, Belasan Siswa SDN Balongmulyo Rembang Diduga Keracunan MBG

21 Apr
Bu Selamat Hari Kartini Juga Ya
Berita

Bu Selamat Hari Kartini Juga Ya

21 Apr
Lihat Semua Berita
04

KURNIADI HIDAYAT KECAM ATAS RANGKAP JABATAN OLEH SUDIRMAN SEKDA PROVINSI JAMBI DAN KOMISARIS UTAMA BANK JAMBI

Berita
05

Warga Pengguna Jalan Di Tanjungsari Resah Adanya Kabel Jaringan Wifi Di Tanjungsari Sampai Srliweran Kebadan Jalan

Berita
06

Polda Jambi dan Polres Jajaran Intensifkan Pengecekan SPBU, Pastikan Stok BBM Aman Pasca Penyesuaian Harga

Berita
07

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Berita
TRANSFORMASI TRANSPORTASI UMUM DEMI KEMANDIRIAN ENERGI INDONESIA
Artikel

TRANSFORMASI TRANSPORTASI UMUM DEMI KEMANDIRIAN ENERGI INDONESIA

Wajar Panik! Segini Asumsi Kerugian Koruptor Samsat, Setelah Aturan KDM Diterapkan.
Artikel

Wajar Panik! Segini Asumsi Kerugian Koruptor Samsat, Setelah Aturan KDM Diterapkan.

TANPA ETIKA ILMUMU  MERUSAK INDONESIA
Artikel

TANPA ETIKA ILMUMU MERUSAK INDONESIA

PARADOKS EFISIENSI: MEMANGKAS ANGGARAN KESELAMATAN, MEMPERTARUHKAN GENERASI EMAS
Artikel

PARADOKS EFISIENSI: MEMANGKAS ANGGARAN KESELAMATAN, MEMPERTARUHKAN GENERASI EMAS