MERANGIN, NEWSLAN.ID – Halo, apa kabar BPBD Kabupaten Merangin? Sebuah pertanyaan sederhana, tetapi memiliki makna besar di tengah meningkatnya ancaman bencana alam yang mulai menghantui wilayah Kabupaten Merangin.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Merangin, Muhamad Sahiri, SE, MM, kini patut mendapat perhatian publik. Masyarakat ingin mengetahui sejauh mana kesiapan BPBD dalam menghadapi berbagai potensi bencana, terutama memasuki musim hujan yang disertai angin kencang, badai, tanah longsor hingga banjir bandang.
Pertanyaannya, apakah BPBD Merangin benar-benar sudah siap, atau justru baru akan bergerak setelah bencana terjadi?
Peristiwa badai yang menerjang Kota Bangko pada Minggu sore, 8 November 2026, seharusnya menjadi alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Merangin.
Hujan disertai angin kencang dalam waktu singkat telah mengakibatkan kerusakan di sejumlah titik. Pohon-pohon tumbang, bangunan perkantoran terdampak, rumah warga mengalami kerusakan, bahkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kolonel Abundjani Bangko dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah, terutama di bagian IGD dan ruang VIP.
Jika baru awal musim hujan saja dampaknya sudah sedemikian besar, bagaimana jika intensitas hujan dan badai semakin meningkat dalam beberapa pekan atau bulan ke depan?
BPBD bukan sekadar lembaga yang bertugas melakukan pendataan kerusakan, membagikan bantuan, atau melakukan evakuasi setelah bencana terjadi.
BPBD memiliki tanggung jawab penting dalam upaya mitigasi, pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.
Masyarakat berhak mengetahui beberapa hal penting:
Apakah BPBD Merangin sudah memiliki peta wilayah rawan bencana yang diperbarui?
Apakah personel dan peralatan evakuasi sudah dalam kondisi siap operasional?
Apakah tim reaksi cepat siap diterjunkan kapan saja?
Bagaimana kesiapan menghadapi banjir bandang dan tanah longsor di wilayah rawan?
Apakah koordinasi dengan Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, TNI, Polri, PLN, dan pemerintah kecamatan sudah berjalan maksimal?
Apakah jalur komunikasi darurat dan pusat pengaduan bencana sudah benar-benar aktif?
Ini bukan pertanyaan untuk mencari kesalahan, melainkan bentuk kepedulian dan kontrol sosial agar masyarakat tidak menjadi korban akibat lemahnya kesiapsiagaan.
Kita tidak pernah bisa menghentikan hujan, badai, ataupun bencana alam. Namun, risiko dan dampaknya bisa dikurangi melalui perencanaan, kesiapsiagaan, serta tindakan cepat dan terukur.
Jangan sampai masyarakat hanya bisa menyaksikan rumahnya rusak, pohon tumbang menimpa kendaraan, fasilitas umum hancur, dan pelayanan kesehatan terganggu tanpa mengetahui ke mana harus meminta pertolongan.
Kepada Kalaksa BPBD Merangin, Muhamad Sahiri, SE, MM, publik menunggu penjelasan terbuka mengenai kesiapan institusi yang dipimpinnya.
Sudah saatnya BPBD Merangin menunjukkan kerja nyata, bukan sekadar menunggu laporan bencana.
INGAT! BENCANA TIDAK PERNAH MENUNGGU KESIAPAN KITA. TETAPI KESIAPAN KITA BISA MENYELAMATKAN NYAWA MANUSIA.
Jangan tunggu ada korban jiwa baru semua pihak sibuk bergerak!
NEWSLAN.ID – EDUKASI, INVESTIGASI, TERPERCAYA.
