MERANGIN, NEWSLAN.ID – Badai ekstrem disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Merangin pada Minggu (8/11/2026) menyebabkan kerusakan serius pada jaringan listrik milik PLN. Sejumlah pohon tumbang, dahan patah, hingga tiang listrik roboh dan patah akibat terjangan angin.
Dampak cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan sejumlah penyulang (feeder) mengalami gangguan hingga pemadaman listrik di beberapa wilayah pelayanan PLN ULP Bangko.
Berdasarkan laporan gangguan jaringan, penyulang Asterix mengalami trip pada pukul 14.50 WIB. Sementara penyulang Mangga, Melon, Stroberi, dan Semangka mengalami trip secara bersamaan sekitar pukul 14.51–14.52 WIB.
Sekitar pukul 15.50 WIB, petugas menerima informasi adanya suara ledakan di depan Gardu Induk (GI). Pada saat bersamaan, angin kencang menyebabkan jaringan tegangan menengah (TM) saling beradu dan pohon di kawasan tersebut mengenai jaringan listrik.
Hasil pemeriksaan petugas di lapangan menemukan sejumlah kerusakan, di antaranya:
Penyulang Asterix: Pohon di kawasan Tata Kota mengenai jaringan tegangan menengah (JTM).
Penyulang Melon: SUTM mengalami lepas satu fasa di depan Cucian Triboy sekitar pukul 16.05 WIB.
Penyulang Stroberi: Pohon patah mengenai jaringan di kawasan dekat Cucian Among. Penanganan selesai pukul 16.31 WIB.
Di sekitar sebelum SMP Negeri 4, sebuah tiang listrik roboh akibat atap rumah warga yang diterbangkan angin dan tersangkut pada jaringan listrik. Penanganan awal selesai pukul 17.15 WIB, sementara proses penggantian tiang dan konstruksi masih berlangsung.
Pohon pinang patah dan menimpa jaringan listrik di kawasan IBRD. Eksekusi perbaikan selesai pukul 16.46 WIB.
Pohon tumbang mengenai jaringan di dekat GH Sentral, pada jalur underbuilt penyulang Mangga. Penanganan masih dalam proses.
Ditemukan pula kayu lapuk yang roboh di kawasan Papit dan mengenai jaringan listrik.
Selain itu, gangguan juga berdampak pada wilayah sekitar Gardu Hubung Central, termasuk kawasan Jam Gento, Jurisan Siau, Sungai Manau, Lubuk Gaung, dan Pasar Atas.
Manager PLN ULP Bangko, Azis Susanto, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas terjadinya pemadaman listrik akibat bencana cuaca ekstrem tersebut.
PLN menjelaskan bahwa gangguan terjadi karena banyaknya pohon tumbang, jaringan listrik terdampak, serta tiang PLN yang mengalami kerusakan akibat badai.
Pihak PLN meminta pelanggan untuk tetap bersabar dan memahami kondisi yang sedang dihadapi petugas di lapangan.
Badai ekstrem kali ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur kelistrikan membutuhkan kesiapsiagaan ekstra menghadapi cuaca yang tidak menentu.
Penanganan gangguan memang membutuhkan waktu, terlebih ketika kerusakan menyangkut tiang, konstruksi jaringan, serta pohon-pohon besar yang menimpa kabel listrik.
Namun, masyarakat juga berharap PLN dapat mempercepat pemulihan pasokan listrik, memberikan informasi perkembangan perbaikan secara terbuka, serta memastikan seluruh jaringan kembali aman sebelum dialiri listrik.
Keselamatan petugas dan masyarakat harus menjadi prioritas utama.
NEWSLAN.ID MERANGIN Edukasi, Investigasi, Terpercaya.
