NEWSLAN.ID SOLO – Keluhan mengenai tarif parkir bus di kawasan Masjid Raya Sheikh Zayed, Solo, menjadi sorotan publik setelah beredar di media sosial. Seorang pengunggah mengaku rombongan bus yang membawa jamaah ziarah Wali Songo dimintai uang parkir hingga Rp200 ribu saat singgah untuk menunaikan sholat Dzuhur.
Dalam unggahan tersebut, rombongan mengaku sempat terlibat perdebatan dengan pihak yang meminta pembayaran parkir. Setelah terjadi pembicaraan, rombongan akhirnya mengaku membayar sebesar Rp100 ribu.
Bahkan, sebuah foto bukti pembayaran yang beredar memperlihatkan catatan penerimaan uang sebesar Rp100.000 dengan keterangan pembayaran parkir Masjid Raya Sheikh Zayed.
Meski demikian, lokasi persis bus tersebut diparkir serta waktu kejadian belum dijelaskan secara terperinci oleh pengunggah.
Menanggapi keluhan yang viral tersebut, Kepala UPTD Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Haryono, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran ke sejumlah titik parkir bus di sekitar Masjid Sheikh Zayed.
Dishub juga berupaya menghubungi pengunggah untuk memastikan lokasi dan kronologi kejadian agar persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti secara tepat.
Menurut penjelasan Dishub, bus wisata yang berkunjung ke Masjid Sheikh Zayed diarahkan untuk menggunakan lokasi parkir resmi di kawasan eks Denbekang dengan sistem karcis resmi.
Sementara itu, apabila bus menggunakan lahan parkir milik pribadi, tarif dapat mengikuti kesepakatan antara biro perjalanan wisata dengan pengelola lahan tersebut.
Dishub juga menegaskan bahwa bus tidak diperbolehkan parkir di bahu Jalan Ahmad Yani karena dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena Masjid Raya Sheikh Zayed merupakan salah satu destinasi wisata religi yang banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah.
Pengelolaan parkir yang transparan, kepastian tarif, serta pelayanan yang baik menjadi hal penting agar para jamaah dan wisatawan merasa nyaman saat berkunjung.
Apalagi, rombongan wisata religi yang datang ke masjid pada umumnya memiliki tujuan utama untuk beribadah, bukan sekadar berwisata.
Hingga berita ini diterbitkan, Dishub Kota Solo masih melakukan penelusuran guna memastikan kebenaran informasi mengenai keluhan tarif parkir tersebut.
NEWSLAN.ID menilai, persoalan ini perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Kepastian tarif parkir dan pengawasan di kawasan wisata religi harus menjadi prioritas agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat serta mencoreng citra Kota Solo sebagai kota yang ramah bagi wisatawan.
Sumber: TribunSolo.com dan unggahan media sosial @gus.latif_.
