JAMBI, NEWSLAN.ID – Teori vs Praktik.
VERSI KANTOR PERTAMINA:
PT Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM bersubsidi jenis Bio solar dan Pertalite saat ini dalam kondisi aman dan tersedia bagi masyarakat. Proses pendistribusian ke seluruh jaringan SPBU ditegaskan tetap berjalan normal mengikuti penugasan pemerintah.
VERSI LAPANGAN:
Antriannya nggak ngotak. Ekornya sampai belok ke gang. Penuh dengan kendaraan bodol, yang setiap hari mangkal di SPBU dan ironis ada motor-emak ngantri 2 jam cuma buat 2 liter.
Kenapa? Karena banyak OKNUM PELANGSIR yang “menghabiskan kuota”. Datang bawa jeriken, tangki modif, bolak-balik seolah SPBU punya nenek moyangnya.
Khususnya di wilayah Provinsi Jambi, pemandangan ini udah jadi tontonan harian.
MODUS PELANGSIR: DATANG, ISI, HILANG, BALIK LAGI
1. Tim Jeriken: Pagi-pagi udah stand by. Satu motor bisa bawa 4-6 jeriken.
2. Tangki Siluman: Mobil dimodif, sekali sedot puluhan liter. Katanya buat “buat masyarakat trans. Transnya dimana? Nggak jelas. Padahal untuk aktivitas peti, pertambangan dan alat berat.
3. Main Mata: Diduga ada “kerja sama” sama oknum petugas. Rakyat kecil disuruh minggir, pelangsir dilayani duluan.
Hasilnya? Kuota harian jebol sebelum Zuhur. Rakyat yang bener-bener butuh buat kerja, nganter anak sekolah, cuma bisa gigit jari. Plang “PERTALITE HABIS” udah nongol jam 11 siang.
PERTANYAAN BUAT PERTAMINA & APARAT
1. Stok Aman Katanya. Kok Cepat Habis? Aman di tangki pusat, tapi bocor di selang SPBU?
2. Distribusi Normal Katanya. Kok Ada Pelangsir? Normal buat pelangsir, nggak normal buat rakyat?
3. Pengawasan Mana? CCTV SPBU itu pajangan? Aplikasi MyPertamina cuma buat gaya-gayaan?
Kalau stok beneran aman, kenapa rakyat antri kayak bagi-bagi sembako? Kalau distribusi beneran normal, kenapa pelangsir bisa bolak-balik 5x sehari?
JAMBI BUTUH BUKTI, BUKAN SIARAN PERS
Rakyat Jambi nggak makan pernyataan. Rakyat butuh BBM.
Tolong @pertaminapatraniaga @bphmigas @poldajambi turun ke SPBU. Jangan cuma rapat di ruangan AC.
Cek jam 7 pagi. Cek jam 12 siang. Liat siapa yang isi jeriken 10x. Liat siapa yang bayar ke petugas pake kode-kodean.
Kalau dibiarin, Pertalite subsidi ujungnya jadi Pertalite bisnis. Rakyat nombok, pelangsir kaya raya.
Redaksi Newslan.id
Subsidi Itu Hak Rakyat Kecil. Bukan Bancakan Pelangsir. Kalau Nggak Bisa Jaga, Nggak Usah Ngaku Stok Aman. Malu!


