JAKARTA, NEWSLAN.ID – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di berbagai daerah di Indonesia dilaporkan sempat menghentikan sementara operasional dapur program Makan Bergizi Gratis. Senin. 8/6/2026.
Kondisi ini terjadi akibat proses pencairan dana yang belum rampung, sehingga sejumlah dapur kesulitan menjalankan kegiatan operasional. Akibat keterlambatan tersebut, beberapa dapur di wilayah seperti Pangandaran dan Nabire terpaksa berhenti sementara karena kekurangan biaya operasional.
Situasi ini turut memicu gangguan distribusi layanan makanan bagi penerima manfaat di daerah.
Sebelumnya, muncul dinamika internal setelah Kejaksaan Agung melakukan penindakan hukum terhadap mantan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana beserta dua wakilnya atas dugaan mark-up anggaran pengadaan. Peristiwa ini kemudian memicu evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program MBG di tingkat pusat maupun daerah.
Selain persoalan anggaran, BGN juga melakukan penertiban terhadap ribuan SPPG yang diduga tidak memenuhi standar, seperti pengurangan porsi makanan, pemotongan lauk, hingga masalah higienitas. Sejumlah dapur juga disuspensi karena belum melengkapi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi serta Instalasi Pengolahan Air Limbah.
Mulai 2 Juni 2026, BGN memperketat aturan pelaksanaan dengan mewajibkan dapur memprioritaskan kelompok sasaran seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat berujung pada sanksi penangguhan operasional.
Meski demikian, Kepala BGN Nanik S. Deyang menegaskan bahwa program MBG tetap berjalan dan tidak ada instruksi penghentian operasional secara nasional.
“Kami menegaskan bahwa informasi yang menyebut BGN memerintahkan penghentian operasional dapur MBG adalah tidak benar. Tidak ada kebijakan maupun instruksi resmi dari BGN terkait penghentian operasional,” ujar Nanik di Jakarta, Kamis 4 Juni 2026.
Ia menambahkan bahwa keterlambatan administrasi dalam pencairan anggaran merupakan hal yang sedang dievaluasi, namun tidak menghentikan komitmen pemerintah untuk tetap melanjutkan program strategis nasional tersebut di berbagai daerah.
Dengan demikian, meski sempat terjadi gangguan operasional di sejumlah wilayah, BGN memastikan program MBG tetap berjalan dan terus diperluas demi mendukung pemenuhan gizi masyarakat.
Reporter: Biro Jakarta | Tim Nasional

