NEWSLAN.ID – MERANGIN | Kerusakan lingkungan akibat aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Merangin kian mencapai titik nadir. Praktik tambang liar yang terus menjamur tanpa kendali ini kini memaksa masyarakat menelan pil pahit: krisis air bersih dan pencemaran udara yang makin mencekik kehidupan sehari-hari.
Jeritan keluh kesah warga pun tumpah di media sosial. Salah seorang warga, dalam unggahannya yang emosional di akun Dono kasino, meluapkan amarah sekaligus rasa putus asa atas kondisi lingkungan tempat tinggal mereka yang kian memprihatinkan.
"Nak bernapas lah payah sekarang ni, nak cari air bersih lah payah juga," tulis akun Dono kasino dalam unggahannya yang mendadak viral dan memicu gelombang simpati netizen.
Ungkapan jujur dan menohok tersebut menjadi cerminan nyata dari kehancuran ekosistem di bumi Merangin. Sungai-sungai yang dulunya menjadi sumber kehidupan dan tempat warga memenuhui kebutuhan air sehari-hari kini berubah menjadi keruh, berlumpur, dan diduga kuat terkontaminasi bahan kimia berbahaya akibat aktivitas dompleng dan alat berat tambang ilegal.
Tak hanya persoalan air, polusi udara serta debu pekat dari kebakaran yang asap nya menyelimuti kabupaten Merangin dan operasional PETI membuat kualitas udara makin memburuk hingga mengganggu kesehatan pernapasan warga sekitar.
Masyarakat mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk tidak sekadar melemparkan wacana atau melakukan razia formalitas. Keberadaan tambang emas liar ini harus diberantas tuntas hingga ke akar-akarnya, termasuk menangkap para aktor intelektual serta pemodal di balik perusakan alam Merangin.
Jika pembiaran terus dilakukan, rakyat kecil lah yang harus terus menanggung penderitaan demi segelintir oknum yang memperkaya diri di atas kehancuran lingkungan.
Redaksi
