JAKARTA, NEWSLAN.ID – Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang memastikan akan melakukan efisiensi terhadap anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski ada efisiensi, Nanik menjamin kualitas makanan untuk penerima manfaat tidak turun.
“Efisiensi bukan berarti kurangi porsi atau mutu. Efisiensi itu potong kebocoran, rapikan sasaran, bereskan dapur yang tidak standar,” kata Nanik di Kantor BGN, Jakarta, Kamis 4/6/2026.
Nanik mengungkap beberapa langkah yang akan dilakukan dalam 100 hari kerja pertama:
MBG akan divalidasi ulang. Fokus ke siswa PAUD, SD, SMP, ibu hamil, balita stunting, dan kelompok rentan. Penerima yang tidak tepat sasaran dicoret. “Anggaran harus tepat ke yang butuh. Tidak boleh ada siswa mampu ikut makan gratis,” tegasnya.
BGN setop sementara penambahan dapur baru. Seluruh dapur eksisting diaudit kelayakan, higiene, dan harga bahan pangan. Dapur yang markup anggaran atau beli bahan mahal tidak wajar akan ditindak.
Nanik tidak segan menutup dapur MBG yang tidak sesuai standar dan lalai. “Dapur kotor, makanan basi, menu tidak bergizi, kami tutup. Tidak ada kompromi soal standar,” ujarnya.
BGN juga akan menggandeng BPOM, Kemenkes, dan ahli gizi kampus untuk uji mutu acak ke dapur-dapur. Laporan masyarakat soal dapur bermasalah dibuka lewat hotline BGN.
Program MBG tahun 2026 dialokasikan Rp171 triliun untuk 82,9 juta penerima. Dengan efisiensi, BGN targetkan penghematan 10-15% tanpa kurangi jumlah penerima utama.
“Yang dipangkas itu biaya siluman, biaya admin tidak jelas, harga bahan yang digelembungkan. Porsi anak tetap Rp15 ribu dengan gizi lengkap,” jelas Nanik.
Komisi IX DPR mendukung langkah efisiensi BGN. “Selama kualitas terjaga, efisiensi wajib. Tapi awasi jangan sampai di lapangan porsinya dikurangi,” kata Wakil Ketua Komisi IX DPR.
BGN berjanji publikasi data realisasi anggaran MBG per kabupaten tiap bulan di situs resmi. Tujuannya agar transparan dan bisa diawasi publik.
Redaksi Newslan.id
#BGN #NanikSDeyang #MBG #MakanBergiziGratis #EfisiensiAnggaran #DapurMBG #Stunting


