Diperiksa 9,5 Jam, Sony Sebut Tidak Tahu Ada Jual Beli Titik
JAKARTA, NEWSLAN.ID – Terungkap dalam pengusutan kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis. Bukan 26 nama seperti disebut sebelumnya, tapi ada 41 nama yang mengajukan pembuatan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Nasional atau dapur MBG kepada tersangka Irjen Purn Sony Sonjaya.
Sony saat itu menjabat Wakil Kepala Badan Gizi Nasional. Hal tersebut terungkap usai Sony tuntas diperiksa penyidik Kejagung, Kamis 18 Juni 2026.
Lulusan Akpol 1991 itu menjalani pemeriksaan selama 9,5 jam terkait kasus dugaan korupsi tata kelola MBG. Sony merupakan rekan seangkatan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo di Batalyon Bhayangkara Dhira Brata.
Terkait 41 nama, diungkapkan kuasa hukum Sony, Krisna Murti, usai mendampingi kliennya di Gedung Bundar Jampidsus Kejagung.
Krisna menjelaskan, fakta itu terungkap ketika penyidik menggali bukti chat Sony dengan 26 nama yang sebelumnya sudah disetor dalam BAP pengajuan justice collaborator.
“Nah dari 26 nama itu ada satu orang yang dibuka tadi hasil chatnya. Terisi sekitar 41 nama di tabel. Jadi satu orang itu punya tabel 41 nama. ‘Pak ini punya ini ya, ini punya ini ya’,” kata Krisna kepada wartawan.
“Iya terkait menyangkut SPPG,” lanjut Krisna.
Meski begitu, dalam pemeriksaan Sony mengklaim tidak tahu apakah permintaan titik-titik SPPG itu terdapat unsur jual beli.
Kata Krisna, setelah adanya permintaan itu Sony tetap merealisasikan pengajuan titik-titik SPPG tersebut.
“Iya kan permintaan titik-titik itu. Nah apakah titik-titik itu dijual, tadi ditanyakan penyidik. Pak Sony menjawab dia tidak tahu lagi. Setelah diberikan titik-titik itu dia tidak tahu lagi apakah titik-titik itu dijual atau tidak,” katanya.
Kendati mengklaim tidak tahu ihwal dugaan jual beli titik SPPG, Krisna mengungkap 41 nama yang terungkap dalam proses penyidikan itu berasal dari kalangan politik.
“Dari kalangan politik, ya pokoknya dari kalangan politik lah,” ujarnya.
Sebelumnya, dalam kasus ini muncul nama tersangka Glory Sihombing terkait praktik jual beli titik SPPG. Disebut tiap SPPG dipatok 100 juta. Glory diduga suap eks Kepala BGN Dadan. Nasib 45 SPPG di Sumut juga ikut disorot.
Kejagung masih mendalami aliran dana dan peran para pihak. KPK menyatakan belum anggap mendesak koordinasi dengan Kejagung terkait kasus korupsi MBG.
Redaksi Newslan.id .Program makan bergizi gratis jadi makan berjamaah korupsi. 41 nama politisi minta titik dapur, sementara anak sekolah makan janji. Kalau CCTV dan alat sidik jari saja bisa fiktif, apalagi nasib gizi anak. Kejagung jangan berhenti di Sony. Bongkar semua sampai ke dapur kekuasaan.
Catatan: Newslan.id menghormati asas praduga tak bersalah. Nama-nama yang disebut masih dalam proses penyidikan. Publik menunggu transparansi Kejagung.

