Newslan.id | Batang Hari — Proyek perbaikan ruas Jalan Simpang Telkom–Danau Embat di Kecamatan Maro Sebo Ilir kini memicu gelombang kritik pedas dari masyarakat. Berjalan sejak awal Agustus 2026, pekerjaan patching (penambalan) jalan yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kabupaten Batang Hari ini terkesan asal-asalan, lamban, dan sama sekali jauh dari prinsip transparansi publik.
Langkah pembongkaran aspal tanpa kejelasan target waktu serta minimnya rambu keselamatan disinyalir sengaja membiarkan jalan tersebut menjadi jebakan maut bagi para pengguna jalan.
Isu Kunci dan Indikasi Pelanggaran
1. "Proyek Siluman" Tanpa Papan Informasi Papan nama proyek tidak ditemukan di sepanjang lokasi pekerjaan. Tanpa adanya transparansi anggaran, sasaran volume, sumber dana, serta durasi pengerjaan, publik berhak mencurigai proyek swakelola ini berjalan tanpa pengawasan yang jelas.
2. Kualitas Material dan Spesifikasi Teknis Dipertanyakan Penggunaan aspal dingin (cold mix) dalam kemasan karung yang dihamparkan langsung di atas lubang penuh debu menimbulkan tanda tanyabesar. Apakah metode penambalan instan ini sudah memenuhi standar Bina Marga (seperti spesifikasi TCM SKh-1.M.02), atau sekadar metode "asal tertutup" yang akan kembali rusak dalam hitungan minggu?
3. Pembiaran Lubang dan Bahaya Keselamatan Pengguna Jalan Garis putih dan pembongkaran aspal dibiarkan menganga tanpa ditutup secara konsisten. Minimnya rambu peringatan pekerjaan jalan terbukti membahayakan keselamatan pengendara sepeda motor yang melintas setiap hari.
4. Pengawasan Lemah dan Alasan Klasik Dinas Pengawas PUTR di lapangan berdalih bahwa mandeknya pekerjaan terjadi karena "kurangnya armada distribusi material." Alasan ini terkesan tidak profesional untuk sebuah dinas teknis yang menangani infrastruktur publik.
Tiga Tuntutan Utama Publik terhadap Dinas PUTR Batang Hari
Buka Dokumen Kontrak dan Mutu: Publik mendesak Kepala Dinas dan Kabid Bina Marga PUTR Batang Hari membuka spesifikasi teknis material aspal dingin yang digunakan serta uji mutunya.
Pasang Papan Peringatan dan Informasi Proyek: Pasang papan nama kegiatan secara transparan di lokasi dan lengkapi seluruh titik pembongkaran dengan rambu keselamatan yang layak.
Audit Kegiatan Swakelola: Lakukan evaluasi total terhadap penggunaan anggaran swakelola dan ketersediaan armada agar proyek perbaikan tidak menggantung dan membahayakan nyawa masyarakat.
Masyarakat Batang Hari tidak membutuhkan janji manis atau alasan teknis yang dicari-cari. Uang publik harus dipertanggungjawabkan melalui kualitas jalan yang bertahan lama, bukan sekadar penambalan formalitas yang hilang disapu hujan.
Eds

