Oleh: Sukarlan
MERANGIN, NEWSLAN.ID – Pertanyaan besar menggantung di publik: apakah proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) akan menjadi proyek mangkrak dan bermasalah?
Penulis mencoba membedah. Dua program raksasa ini menelan APBN lebih dari Rp 400 triliun. Skala masif, eksekusi di 80 ribu lebih desa. Potensi sukses besar, tapi potensi ambyar juga sama besar.
3 LAMPU MERAH YANG HARUS DIWASPADAI
1. MBG: RAWAN BOCOR, RAWAN BASI
Anggaran: Rp 71 triliun di 2025, bengkak ke Rp 200 triliun+ di 2026.
Masalah Klasik:
- Rantai Pasok Amburadul: Dapur umum telat, bahan baku busuk, distribusi ke 83 juta anak tiap hari. Logistik neraka.
- Mark Up & Fiktif: Harga telur Rp 30 ribu di nota, di pasar Rp 24 ribu. Anak absen, tapi laporan 100% makan. Modus lama bansos.
- Gizi Abal-abal: Nasi + tahu + sayur layu tetap diklaim “bergizi”. Target stunting meleset, duit habis.
Prediksi penulis: Jika kontrol BPK, KPK, dan masyarakat sipil lemah, MBG rawan jadi lumbung korupsi baru. Kasus keracunan massal dan dapur mangkrak di daerah 3T akan bermunculan 6-12 bulan ke depan.
2. KDMP: HANTU KUD JILID II?
Anggaran: Rp 200 triliun lebih untuk modal 80.000 Koperasi Desa Merah Putih.
Masalah Klasik:
- SDM Desa Belum Siap: Disuruh kelola miliaran, tapi pembukuan masih manual. Risiko digarong oknum kades & pengurus.
- Politisasi Dana: Koperasi jadi ATM kepala desa untuk Pilkades & tim sukses. Dana nyangkut di kredit macet.
- Tumpang Tindih: Sudah ada BUMDes, KUD, UMKM. KDMP masuk tanpa peta jalan jelas, ujungnya kanibal anggaran.
Prediksi penulis: 30-40% KDMP berpotensi mangkrak atau jadi koperasi papan nama dalam 2 tahun. Terutama di desa yang intervensi politiknya tinggi dan pendampingannya nol.
LALU KENAPA TETAP JALAN?
Karena dua proyek ini “mesin politik” paling seksi:
1. MBG: Sentuh perut 83 juta anak + emak-emak. Efek elektoral dahsyat.
2. KDMP: Kucurkan duit ke 80 ribu desa. Akar rumput bisa “diikat”.
Selama ada kemauan politik, duit akan terus digelontor. Masalahnya: apakah eksekusinya sanggup?
SYARAT AGAR TAK MANGKRAK
Penulis mencatat 4 kunci:
1. Transparansi Real Time: Dashboard publik. Berapa porsi terkirim, berapa koperasi aktif. Bukan cuma seremonial.
2. Audit Ketat: KPK & BPK masuk dari hulu. Bukan nunggu viral baru sidak.
3. Hukuman Nggak Pandang Bulu: Kepala desa & rekanan nakal langsung proses. Bikin jera.
4. Libatkan Rakyat Ngawasi: Warga lapor via aplikasi jika nasi MBG basi atau koperasi fiktif.
KESIMPULAN PREDIKSI PENULIS:
Potensi Mangkrak: TINGGI. Skala terlalu masif, birokrasi lambat, godaan korupsi gila-gilaan.
Potensi Selamat: ADA, jika 4 syarat di atas dijalankan tanpa kompromi.
Tanpa pengawasan publik yang brutal, MBG & KDMP bisa jadi BLT, bansos, dan KUD jilid selanjutnya: niat baik, eksekusi bobrok, duit rakyat amblas.
Tahun 2027 adalah titik krusial. Kalau 2 tahun pertama morat-marit, siap-siap masuk buku sejarah: Proyek Mercusuar Yang Gagal.
Redaksi Newslan.id, Kawal APBN. Tagih Janji. Jangan Sampai Mangkrak.


