JAKARTA NEWSLAN.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki dampak signifikan terhadap rantai pasok pangan nasional. Ketika sebagian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghentikan operasionalnya, sejumlah komoditas pangan disebut mengalami penurunan permintaan yang berdampak pada harga di tingkat petani dan peternak.
Pengamat ekonomi Heny Hendrayati menilai selama ini program MBG mampu menjadi salah satu pasar yang menyerap hasil produksi petani, peternak, dan pelaku usaha pangan lokal. Saat permintaan dari program tersebut berkurang, pasar langsung merasakan dampaknya.
Menurutnya, komoditas seperti telur ayam ras, sayuran, susu, hingga berbagai hasil pertanian lainnya berpotensi mengalami tekanan harga akibat berkurangnya serapan pasar.
Data dari kalangan peternak menyebut harga telur ayam ras sempat turun hingga berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah. Bahkan, sejumlah peternak melaporkan harga telur sempat berada di kisaran Rp21.500 per kilogram.
Di sejumlah daerah, pedagang sayur juga mengeluhkan menurunnya daya serap pasar. Banyak komoditas yang sulit terjual, sementara harga jual terus mengalami penurunan akibat pasokan yang tidak terserap secara optimal.
Heny menegaskan persoalan utamanya bukan pada keberadaan Program Makan Bergizi Gratis itu sendiri, melainkan kepastian operasional program tersebut. Menurutnya, petani dan peternak membutuhkan kepastian pasar agar dapat merencanakan produksi dan menjaga keberlangsungan usaha mereka.
"Kepastian pasar sangat penting bagi petani, peternak, dan pelaku usaha kecil. Ketika permintaan stabil, mereka bisa mengatur produksi dengan lebih baik dan menjaga keberlanjutan usaha," ujarnya.
Meski harga pangan yang lebih murah dapat menguntungkan konsumen dalam jangka pendek, kondisi tersebut tidak selalu menguntungkan bagi produsen. Jika harga terus berada di bawah biaya produksi, petani dan peternak berisiko mengalami kerugian yang dapat mengancam keberlangsungan usaha mereka.
Karena itu, berbagai pihak berharap pemerintah dapat memastikan keberlanjutan dan kepastian operasional program MBG, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima program, tetapi juga oleh petani, peternak, dan pelaku usaha pangan yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok nasional.
"Harga murah memang menguntungkan konsumen, tetapi keberlangsungan usaha petani dan peternak juga perlu mendapat perhatian agar sektor pangan tetap kuat dan berkelanjutan."
(Redaksi)


