Oleh: Sukarlan
Merangin Newslan.id. Kabupaten Merangin memiliki potensi besar untuk menjadi daerah maju dan mandiri. Kekayaan sumber daya alam, sektor pertanian yang luas, objek wisata unggulan, hingga posisi strategis sebagai salah satu kabupaten terbesar di Provinsi Jambi seharusnya mampu menjadi sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Namun di balik potensi tersebut, masyarakat masih dihadapkan pada berbagai persoalan mendasar yang hingga kini belum tertangani secara optimal. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik, ada apa dengan kinerja sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Merangin?
Persoalan pertama terlihat pada sektor kebersihan dan lingkungan. Dinas Lingkungan Hidup dinilai belum mampu mengelola persoalan sampah secara maksimal. Tumpukan sampah di sejumlah titik Kota Bangko sempat menjadi keluhan masyarakat hingga muncul istilah "darurat sampah". Selain itu, banyak pohon dan ranting tua di tepi jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan saat cuaca ekstrem, namun belum mendapat penanganan serius.
Di sektor perhubungan, masyarakat juga mengeluhkan banyak lampu penerangan jalan umum yang padam dalam waktu lama. Kondisi ini tidak hanya mengurangi estetika kota, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan dan tindak kriminal pada malam hari. Belum lagi maraknya angkutan travel menuju wilayah Jangkat yang beroperasi tanpa pengawasan maksimal dan tanpa solusi yang jelas dari pihak terkait.
Sementara itu, pada sektor infrastruktur, masih banyak ditemukan jalan rusak, jalan berlubang, hingga jembatan yang membutuhkan perhatian serius. Padahal infrastruktur merupakan urat nadi perekonomian masyarakat, terutama bagi petani dan pelaku usaha di pedesaan.
Potensi pariwisata Merangin yang sangat besar juga belum tergarap secara optimal. Geopark Merangin yang telah dikenal hingga tingkat nasional dan internasional seharusnya mampu menjadi mesin penggerak ekonomi daerah. Namun kenyataannya, banyak objek wisata unggulan yang masih minim promosi, fasilitas kurang memadai, dan belum mampu menarik kunjungan wisatawan secara signifikan.
Di bidang pertanian, persoalan pupuk, pemasaran hasil panen, minimnya pembinaan kelompok tani, hingga kerusakan jaringan irigasi masih menjadi keluhan klasik yang belum sepenuhnya terselesaikan. Padahal sebagian besar masyarakat Merangin menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perkebunan.
Tidak kalah penting, sektor perdagangan juga menghadapi berbagai persoalan. Kelangkaan LPG subsidi 3 kilogram, harga jual yang kerap melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET), peredaran beras tanpa kejelasan volume, penjualan Minyakita di atas HET, hingga lemahnya pengawasan terhadap timbangan di sejumlah RAM sawit menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah.
Tentu tulisan ini bukan untuk menyalahkan pihak tertentu. Kritik yang disampaikan merupakan bentuk kepedulian masyarakat agar pemerintah daerah lebih fokus pada penyelesaian persoalan riil yang dirasakan masyarakat setiap hari.
Merangin membutuhkan terobosan, inovasi, dan kerja nyata dari seluruh OPD. Bupati dan jajaran pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja perangkat daerah yang dinilai belum maksimal. Setiap dinas harus memiliki target kerja yang jelas, terukur, dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Masyarakat tidak membutuhkan banyak seremoni atau kegiatan yang hanya bersifat formalitas. Yang dibutuhkan adalah jalan yang baik, lingkungan yang bersih, pelayanan yang cepat, harga kebutuhan pokok yang stabil, pertanian yang maju, dan sektor pariwisata yang mampu mendongkrak ekonomi daerah.
Potensi Merangin sangat besar. Tinggal bagaimana seluruh pemangku kepentingan mampu bekerja lebih keras, lebih profesional, dan lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Karena pada akhirnya, keberhasilan sebuah daerah tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilakukan, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.
(Opini ini merupakan pandangan penulis dan menjadi bagian dari kontrol sosial dalam rangka mendorong pembangunan Kabupaten Merangin yang lebih baik.)
Sukarlan
Pimpinan Redaksi Newslan.id

