Dahlan Iskan: Kebutuhan Dalam Negeri Harus Diutamakan, Jangan Kalah oleh Ekspor
JAKARTA | NEWSLAN.ID
Mantan Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan, angkat bicara terkait terjadinya pemadaman listrik bergilir yang dilaporkan terjadi di sejumlah daerah. Menurutnya, salah satu penyebab utama kondisi tersebut adalah terganggunya pasokan batu bara ke sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Dahlan menjelaskan bahwa beberapa pembangkit terpaksa melakukan penghematan penggunaan batu bara karena pasokan yang masuk tidak berjalan lancar. Kondisi tersebut menyebabkan stok batu bara di sejumlah pembangkit berada pada level kritis.
"Persediaan batu bara di beberapa pembangkit dikabarkan hanya cukup untuk sekitar 10 hingga 12 hari operasi. Akibatnya, kapasitas produksi listrik harus disesuaikan agar pasokan yang ada tetap bisa bertahan," ujarnya.
Menurut Dahlan, persoalan ini tidak terlepas dari kecenderungan sebagian perusahaan tambang yang lebih memilih menjual batu bara ke pasar ekspor ketika harga internasional sedang tinggi dan nilai tukar dolar menguat. Akibatnya, pasokan untuk kebutuhan dalam negeri menjadi terabaikan.
Ia menilai pengawasan terhadap kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) masih perlu diperkuat. DMO merupakan kewajiban perusahaan tambang untuk memenuhi kebutuhan batu bara dalam negeri sebelum melakukan ekspor.
Dahlan menegaskan bahwa kebutuhan energi nasional harus menjadi prioritas utama. Ia juga mendorong pemerintah untuk mengambil langkah tegas terhadap perusahaan yang tidak mematuhi kewajiban pasokan dalam negeri.
"Kalau memang ada perusahaan yang terbukti melanggar kewajiban DMO, pemerintah harus berani memberikan sanksi tegas, termasuk pencabutan izin usaha apabila diperlukan," tegasnya.
Antrean Batu Bara dan Keluhan Daerah
Di berbagai wilayah penghasil batu bara, pemandangan antrean panjang truk pengangkut batu bara, tongkang yang berjejer di sungai, debu beterbangan, hingga kemacetan lalu lintas sudah menjadi hal yang biasa. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan publik ketika aktivitas pengangkutan dan ekspor tetap berjalan, sementara sejumlah pembangkit justru mengalami tekanan pasokan.
Kondisi tersebut memunculkan harapan agar tata kelola distribusi batu bara dapat diawasi lebih ketat sehingga kebutuhan energi nasional tetap terjamin tanpa mengganggu aktivitas ekonomi maupun pelayanan listrik kepada masyarakat.
Energi untuk Rakyat
Dahlan Iskan menekankan bahwa listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat dan sektor produktif. Oleh karena itu, pemenuhan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik harus ditempatkan sebagai prioritas nasional.
"Keuntungan ekspor memang penting, tetapi kebutuhan energi rakyat Indonesia harus lebih utama," pungkasnya.
NEWSLAN.ID akan terus memantau perkembangan kebijakan pemerintah dan kondisi pasokan energi nasional yang berdampak langsung terhadap pelayanan listrik masyarakat. (Redaksi)


