JAKARTA NEWSLAN.ID – DPD LPKNI Merangin merespons keras penggeledahan kantor Badan Gizi Nasional oleh Penyidik Pidsus Kejaksaan Agung pada Rabu 3/6/2026.
Plh Kapuspenkum Kejagung Mochamad Jeffry membenarkan: “Penyidik PIDSUS Kejaksaan Agung benar melakukan geledah di kantor BGN.”
Ketua DPD LPKNI Merangin Sukarlan menduga kuat ada skandal korupsi di tubuh BGN yang mengelola anggaran triliunan Makan Bergizi Gratis.
“Geledah Pidsus itu level dewa. Artinya bukti sudah di tangan. Ini soal perut 82 juta anak sekolah & ibu hamil. Kalau ada yang rampok, hukum mati saja. Publik bertanya: Kepala BGN kemana? Berani pulang nggak?” sindir Sukarlan, Rabu 3/6/2026.
3 Titik yang Wajib Dibongkar Kejagung Versi LPKNI:
1. Vendor Fiktif: Perusahaan katering abal-abal dapat kontrak miliaran.
2. Mark-up Gila: Telur Rp2000 jadi Rp5000. Susu Rp3000 jadi Rp8000.
3. Fee Proyek: Dugaan potongan 15-20% untuk oknum cairkan pembayaran ke UMKM.
Tuntutan LPKNI:
1. Kejagung, Tetapkan tersangka secepatnya. Sita aset. Cegah semua petinggi BGN ke luar negeri.
2. Presiden: Evaluasi total BGN. Bekukan rekening vendor mencurigakan.
3. BPK: Audit forensik real time. Buka ke publik.
4. Dadan Hindayana: Hadapi hukum. Jangan ngungsi. Anak Indonesia nunggu gizi, bukan nunggu Anda pulang umroh.
“LPKNI kawal dari desa. Di Merangin banyak laporan menu MBG tidak layak. Ini bukti korban ada. Kejagung jangan kendor. Sikat sampai ke Arab sekalipun,” tutup Sukarlan.


