JAKARTA, NEWSLAN.ID – Harga kedelai impor yang menembus Rp11.000 per kilogram membuat produsen tahu meradang. Kenaikan bahan baku ini dinilai semakin menekan biaya produksi dan berpotensi berdampak pada harga jual tahu di pasaran.
Pantauan newslan.id, Sabtu 6/6/2026, harga kedelai impor di tingkat pengrajin Jakarta dan Jawa Barat sudah di kisaran Rp10.800–Rp11.000 per kg. Padahal awal Mei lalu masih Rp9.500–Rp9.800 per kg.
“Naiknya nggak ngotak. Modal makin berat. Sekarang bikin tahu untungnya tipis banget. Kalau dipaksa, ya harga jual harus naik atau ukuran dikecilin,” keluh Sarmili, pengrajin tahu di Cibubur.
Ketua Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) menyebut kenaikan dipicu melemahnya rupiah terhadap dolar AS dan ketatnya stok kedelai dari AS & Brasil. “90% kedelai kita impor. Begitu dolar naik, langsung berasa di dapur pengrajin,” katanya.
Selain kedelai, biaya solar, gas, dan upah harian juga naik. Kombinasi ini membuat HPP tahu melonjak 15–20% dalam sebulan terakhir.
Produsen mengaku dilema. Jika harga tahu dinaikkan Rp500–Rp1.000 per papan, takut kehilangan pembeli. Jika ukuran diperkecil, dikhawatirkan kena sanksi karena tidak sesuai standar.
“Pemerintah harus turun tangan. Subsidi kedelai atau operasi pasar khusus pengrajin. Kalau nggak, banyak yang gulung tikar,” ujar seorang pengrajin di Bogor.
Direktur Barang Kebutuhan Pokok Kemendag menyatakan pemerintah memantau ketat harga kedelai. Opsi stabilisasi lewat Bulog dan penugasan importir BUMN sedang dikaji. “Kami upayakan harga kembali ke Rp9.500. Jangan sampai tahu-tempe hilang dari meja makan rakyat,” ujarnya.
Newslan.id masih berupaya mengonfirmasi Bulog dan Kemenko Pangan terkait skema intervensi harga kedelai impor.
Newslan.id membuka ruang hak jawab bagi Kemendag, Bulog, Gakoptindo, dan pelaku UMKM tahu-tempe sesuai UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Redaksi Newslan.id Newslan.id - Jaga Pangan Rakyat, Jaga UMKM
Tag: #KedelaiImpor #HargaKedelai #ProdusenTahu #Gakoptindo #UMKM #Kemendag #Bulog #TahuTempe #InflasiPangan


