KOTAWARINGIN TIMUR, NEWSLAN.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menjadi perhatian serius. Selain memicu kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat, kondisi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan warga dan keberlangsungan perekonomian daerah.
Berdasarkan data yang ditampilkan dalam laporan Kalteng Jurnalis Newslan.id jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kotim mencapai 2.933 kasus hingga September 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan Agustus yang tercatat sebanyak 2.743 kasus.
Data tersebut juga menunjukkan bahwa kasus ISPA tersebar di 17 kecamatan, dengan tingkat kejadian yang berbeda-beda. Tiga kecamatan dengan jumlah kasus tertinggi pada September adalah Parenggean sebanyak 596 kasus, Mentawa Baru Ketapang 585 kasus, dan Baamang 492 kasus.
Dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan. Kabut asap berpotensi mengganggu aktivitas perdagangan, transportasi, pendidikan, hingga pekerjaan masyarakat sehari-hari.
Pedagang dapat mengalami penurunan jumlah pembeli, sementara pekerja lapangan dan pelaku usaha kecil harus menghadapi kondisi udara yang kurang mendukung aktivitas di luar ruangan.
Situasi ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan efektif sekaligus meminimalkan dampak sosial dan ekonomi yang ditanggung masyarakat.
Paparan asap kebakaran dapat memperburuk gangguan pernapasan, khususnya bagi anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, menggunakan masker yang sesuai, dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau gejala serius lainnya.
Pemerintah dan fasilitas pelayanan kesehatan juga perlu memastikan informasi kualitas udara serta layanan kesehatan mudah diakses masyarakat.
Penanganan karhutla membutuhkan langkah terpadu, mulai dari pencegahan titik api, pemadaman di lokasi kebakaran, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran ilegal, hingga perlindungan warga yang terdampak kabut asap.
Koordinasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, petugas pemadam kebakaran, tenaga kesehatan, dan masyarakat dinilai penting untuk mencegah meluasnya dampak kebakaran.
Selain itu, langkah pemulihan ekonomi masyarakat juga perlu menjadi perhatian apabila aktivitas usaha dan mata pencaharian warga mengalami gangguan.
Peningkatan jumlah kasus ISPA dalam data tersebut menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap dampak karhutla. Namun, hubungan langsung antara kenaikan kasus ISPA dan paparan asap perlu dikaji berdasarkan data kualitas udara, pemeriksaan kesehatan, serta faktor penyebab lainnya.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur diharapkan terus memperkuat keterbukaan informasi mengenai kondisi karhutla, perkembangan kualitas udara, dan penanganan kesehatan masyarakat.
Keselamatan warga harus menjadi prioritas. Penanganan karhutla tidak cukup hanya memadamkan api, tetapi juga harus memastikan masyarakat terlindungi dari dampak kesehatan, sosial, dan ekonomi yang ditimbulkannya.
NEWSLAN.ID – Edukasi, Investigasi, Terpercaya.

