SEMARANG, NEWSLAN.ID – Lur, iki jenenge puncak kekesalan.
Warga Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, akhirnya ngamuk. Jalan desanya remuk, debunya kayak badai gurun. Pelakunya? Ratusan truk tambang yang lalu-lalang tiap hari.
Akhirnya warga nekat: tumpuk batu besar & tanam pohon pisang di tengah jalan. Blokir total.
Daripada dilewati truk, mending ditanami pisang. Biar jelas, ini udah bukan jalan. Ini kebon.
FAKTA DI BALIK AKSI NEKAT WARGA
TRUK OVERKAPASITAS: JALAN KELAS 3 DIHAJAR 25 TON
Kades Wringinputih, Untung Pambudi, buka suara. Katanya ratusan truk tambang PT Mahidara Artha Sangkara melintas tiap hari. Muatan? 25 ton.
Masalahnya, itu jalan kelas 3. Kekuatan maksimal cuma 10-12 ton.
Artinya? Tiap truk bawa beban 2x lipat lebih. Dihajar tiap hari. Ya wajar kalau jalan jadi bubur.
PERUSAHAAN INGKAR JANJI: PERBAIKAN BARU “TITIK-TITIK”
Warga & pihak desa makin geram karena perusahaan dinilai ingkar janji.
Perbaikan jalan udah disepakati sejak Mei lalu. Tapi sampai Juni, baru jalan di beberapa titik. Alasan klasik: “terkendala anggaran”.
Jalan hancur tiap hari, tapi perbaikan nunggu anggaran cair. Sementara truknya tetap lewat. Logika dari mana?
DPRD NAIK PITAM: DESAK TINDAK TEGAS
Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening, ikut bersuara. Desak Pemkab segera turun tangan.
Tuntutan jelas: berlakukan ketat aturan kelas jalan. Kalau melanggar, tindak. Kasih sanksi. Biar ada efek jera. Jangan cuma imbauan doang.
Selama nggak ada penindakan, truk 25 ton bakal tetap santai lewat jalan 10 ton. Wong nggak ada yang nagih.
JANJI TAMBAL SULAM: PERUSAHAAN BILANG “SECEPATNYA”
Kepala Cabang PT Mahidara Artha Sangkara, Ivanka Yulianto, akhirnya bicara.
Katanya bakal evaluasi teknis & secepatnya lakukan perbaikan darurat lewat tambal sulam.
Tambal sulam? Untuk muatan 25 ton tiap hari? Itu kayak ngobatin patah tulang pake koyo. Nggak bakal sembuh, Lur.
WARGA BUTUH JALAN, BUKAN JANJI
Waduh, Lur... pancen nelangsa.
Bayangin tiap hari hirup debu. Rumah getar tiap truk lewat. Jalan depan rumah kayak kubangan. Anak sekolah jatuh. Motor ibu-ibu selip.
Ini bukan soal nggak suka tambang. Ini soal hak dasar: jalan yang layak.
Kalau tambang untung miliaran, masak benerin jalan desa aja nggak mampu?
Redaksi Newslan.id
Jalan Rusak, Ekonomi Warga Ikut Rusak. Keuntungan Tambang Buat Siapa Kalau Warga Sengsara? Pemkab Jangan Cuma Nonton. Bertindak!


