MERANGIN, NEWSLAN.ID – Awas! Modusnya mulai tercium.
Terpantau 2 unit ekskavator memasuki wilayah Muaro Kibul, Kecamatan Tabir Barat, Kabupaten Merangin. Kamis 11/6/2026 pukul 16.00 WIB, alat berat itu sudah tiba di lokasi.
Berkedok steaking atau land clearing untuk perkebunan. Tapi warga curiga: ini jurus lama tambang emas ilegal (PETI).
“Menurut keterangan warga, alat diduga milik 'Tukul' orang Kibul,” lapor Sahrul, warga Tabir Barat yang mengirim informasi ke Newslan.id.
MODUS LAMA: BUKA KEBUN, UJUNGNYA NGEDOMPLENG EMAS
Warga Tabir Barat sudah kenyang pengalaman. PETI selalu masuk pakai alasan buka kebun sawit atau karet.
Begitu hutan dibabat, ekskavator langsung geser. Ganti gali lubang, sedot emas. Sungai keruh, ikan mati, longsor datang.
“Jangan tunggu Sungai Batang Tabir jadi korban berikutnya,” tegas Sahrul.
Tak mau kecolongan, warga minta aparat langsung gerak cepat:
1. Gakkum KLHK Jambi
2. Polda Jambi Ditreskrimsus
3. Polres Merangin
4. Bupati Merangin
5. Camat Tabir Barat
6. Kapolsek Tabir Ulu
Tuntutan jelas: Cek lokasi & periksa surat-surat.
Surat Jalan. IPPKH: Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan. IUP: Izin Usaha Pertambangan.
“Tindak tegas jika berkedok 'stek/land clearing kebun' tapi nyatanya tambang emas ilegal,” kata warga.
Tabir Ulu adalah hulu Sungai Batang Tabir. Kalau hutan hancur dan PETI masuk, banjir lumpur tinggal tunggu waktu.
REDAKSI NEWSLAN.ID


