JAMBI, NEWSLAN.ID – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi mulai mematangkan persiapan menghadapi Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Sejumlah titik rawan kepadatan lalu lintas di Provinsi Jambi menjadi perhatian utama dalam upaya menjaga kelancaran arus kendaraan selama periode libur akhir tahun.
Kepala BPTD Kelas II Jambi, Dr., Drs. Benny Nurdin Yusuf, M.H., memimpin Rapat Pembahasan Rencana Operasi Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 yang berlangsung pada Senin (19/10/2026) di Ruang Rapat BPTD Kelas II Jambi.
Rapat tersebut membahas sejumlah langkah strategis, mulai dari pemetaan titik rawan kemacetan, penyelarasan rencana operasi bersama Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jambi, penyesuaian jadwal pelaksanaan, hingga penguatan pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check terhadap angkutan penumpang.
Selain itu, evaluasi proyeksi pergerakan masyarakat selama periode Nataru juga menjadi bagian penting dalam penyusunan rencana operasi agar kesiapan personel dan sarana transportasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Dalam persiapan Angkutan Nataru 2026/2027, sejumlah jalur yang berpotensi mengalami peningkatan volume kendaraan telah dipetakan, meliputi:
1. Jalur menuju Palembang.
2. Simpang Mendalo menuju Kabupaten Batanghari.
3. Jembatan Aur Duri I.
4. Simpang Pal 10.
Pemetaan tersebut menjadi langkah antisipatif untuk mengidentifikasi potensi kepadatan sekaligus mendukung penyusunan strategi pengaturan lalu lintas. Koordinasi lintas instansi diperlukan agar penanganan di titik-titik rawan dapat dilakukan secara terarah, terutama apabila terjadi lonjakan kendaraan pada puncak arus mudik dan arus balik.
Tak hanya berfokus pada kelancaran lalu lintas, kesiapan angkutan umum juga menjadi perhatian melalui penguatan kegiatan ramp check. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan kendaraan yang digunakan mengangkut penumpang memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan.
Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan akibat kondisi kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menggunakan transportasi umum selama libur Natal dan Tahun Baru.
Kegiatan rapat turut dihadiri Subbagian Tata Usaha, Kepala Seksi Prasarana Jalan, Sungai, Danau, dan Penyeberangan, Kepala Seksi Sarana dan Angkutan Jalan, Sungai, Danau, dan Penyeberangan, serta staf BPTD Kelas II Jambi.
Perencanaan yang matang merupakan langkah awal yang penting. Namun, efektivitas operasi Nataru nantinya akan ditentukan oleh kesiapan petugas, kondisi sarana transportasi, ketepatan pengaturan lalu lintas, serta respons cepat terhadap gangguan di lapangan.
Masyarakat tentu berharap pemetaan titik rawan tidak sekadar menjadi agenda rapat, melainkan benar-benar ditindaklanjuti melalui langkah konkret, pengawasan berkelanjutan, dan koordinasi yang efektif bersama instansi terkait.
Melalui rapat tersebut, BPTD Kelas II Jambi menegaskan komitmennya untuk mendukung penyelenggaraan Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 yang aman, selamat, tertib, dan lancar di Provinsi Jambi.
NEWSLAN.ID JAMBI
Edukasi, Investigasi, Terpercaya
