BATANGHARI, NEWSLAN.ID – Keselamatan pengguna jalan di Kabupaten Batanghari kembali memakan korban. Seorang pengendara dilaporkan terjatuh saat melintas di Jembatan Panjang, Desa Pelayangan, Kecamatan Muara Tembesi.
Penyebabnya: celah menganga di badan jembatan akibat hilangnya besi pelintang atau expansion joint.
Pantauan Newslan.id, Selasa 9/6/2026, sambungan jembatan terbuka lebar. Besi pelintang raib entah ke mana. Rongga di permukaan jalan itu jadi jebakan maut, apalagi malam hari dan saat hujan.
“Sudah ada pengendara yang jadi korban. Kalau tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin akan ada korban berikutnya. Keselamatan masyarakat harus jadi prioritas,” ujar seorang warga yang minta identitasnya dirahasiakan.
Warga Desa Pelayangan mengaku sudah lama khawatir. Mereka mendesak bukan cuma tambal sulam. Tapi audit menyeluruh.
Pertanyaan besar: ini murni kurang perawatan, atau kualitas pekerjaan konstruksi dari awal memang bobrok?
Pasalnya, expansion joint itu komponen vital. Fungsinya nahan beban kendaraan dan pergerakan struktur. Kalau hilang, stabilitas jembatan taruhan nyawa.
Masyarakat mendesak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi bertanggung jawab. Pasang kembali besi pelintang yang hilang. Periksa seluruh struktur jembatan. Jangan tunggu korban jiwa.
Pengamat infrastruktur yang dihubungi Newslan.id tegas: kerusakan elemen pengaman jembatan wajib penanganan cepat. Harus diaudit teknis. Apakah karena usia, lalai rawat, atau proyeknya asal jadi.
Hingga berita ini naik, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait maupun pihak pelaksana pekerjaan. Penyebab hilangnya besi pelintang masih misteri. Langkah konkret? Nihil.
Ini soal nyawa. Infrastruktur dibangun pakai uang negara. Efektivitas pengawasan dipertanyakan.
Masyarakat Batanghari berharap pemerintah dan BPJN Jambi gerak cepat sebelum jatuh korban lagi.
Lokasi: Jembatan Panjang, Desa Pelayangan, Kec. Muara Tembesi, Kab. Batanghari
Tanggal: 9 Juni 2026 Reporter: Biro Batanghari Newslan.id - Nyawa Rakyat Tidak Boleh Ditawar


