YOGYAKARTA NEWSLAN.ID – Sebanyak 460 dapur mitra Program Makan Bergizi Gratis di Daerah Istimewa Yogyakarta resmi berhenti beroperasi. Ratusan karyawan terpaksa dirumahkan mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026.
Penghentian ini merujuk pada Surat Edaran Badan Gizi Nasional Nomor 12 Tahun 2026. Dalam SE tersebut, BGN memutuskan menghentikan sementara penyaluran MBG selama:
1. Libur sekolah
2. Hari libur nasional dan keagamaan
3. Hari libur khusus yang ditetapkan Pemda
4. Hari Sabtu dan Minggu
BGN menegaskan, penghentian hanya berlaku untuk peserta didik dan kelompok sasaran 3B. Sementara petugas keamanan satuan pelayanan tetap berjaga 24 jam secara bergiliran.
Kebijakan ini menuai protes keras dari mitra dapur. Dalam rapat kerja wilayah di Yogyakarta, Sabtu 20/6/2026, Himpunan Mitra Dapur GEMAS DIY menyampaikan keberatan.
Ketua DPW HMD GEMAS DIY, A. Supriyanto, menyebut SE 12/2026 sangat memberatkan. “Dampaknya berantai. Bukan cuma pengelola dapur, tapi relawan, petani lokal, dan pemasok bahan baku yang selama ini menyuplai ikut kena imbasnya,” tegasnya.
Sekretaris Jenderal DPP HMD GEMAS, Yusup Supriadi, menambahkan protes ini adalah puncak dari akumulasi masalah di lapangan. “Masalah serupa ternyata juga terjadi di berbagai daerah lain di Indonesia. Ini masalah nasional,” ujarnya.
Pihak HMD GEMAS mengaku sudah berulang kali mengirimkan masukan dan keluhan ke kementerian terkait, lembaga negara, hingga Presiden dan Wakil Presiden. Namun hingga kini belum ada solusi jelas.
“Banyak dapur yang sudah investasi besar. Kalau 3 minggu tidak operasi, cashflow jebol. Siapa yang tanggung jawab?” kata Yusup.
NEWSLAN.ID CATATAN REDAKSI:
Program MBG menyasar gizi anak, tapi jangan sampai membunuh dapur rakyat. BGN harus evaluasi SE 12/2026. Libur sekolah tidak boleh jadi alasan memutus rantai ekonomi petani, pemasok, dan ratusan pekerja dapur.
Reporter: Tim Newslan.id


