Jakarta, Newslan.id - Proyek perbaikan tembok taman yang jebol ke Kali Marunda di RT 004 RW 003, Kelurahan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, mangkrak hampir 3 bulan. Warga geram karena pekerjaan tak kunjung tuntas, sementara tumpukan material justru mengganggu akses jalan dan menyumbat saluran air.
Perbaikan tembok yang ambruk ke aliran Kali Marunda itu dikerjakan Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara sejak awal Maret 2026. Namun hingga Minggu 7 Juni 2026, progresnya hanya sebatas pemasangan papan triplek sebagai pembatas.
"Masak dari awal Maret sampai sekarang yang terpasang cuma papan triplek doang. Kapan batu kalinya dipasang?" ujar Ipul, tokoh masyarakat Marunda Baru dengan nada kesal.
Bukan cuma lambat, material berupa batu kali, pasir, dan sertu yang sudah lama diturunkan justru menumpuk di pinggir akses jalan perumahan. Akibatnya warga kesulitan melintas, dan material yang jatuh ke saluran air lingkungan membuat saluran tersumbat.
"Kalau hujan turun, material ini pasti masuk ke saluran dan bikin banjir. Warga yang rugi," tambah Ipul.
Yang bikin warga makin kecewa, hampir setiap hari petugas SDA terlihat datang ke lokasi sekitar pukul 10.00 WIB. Tapi bukan bekerja, melainkan sibuk dengan ponsel masing-masing hingga jam pulang.
"Mereka datang tapi nggak kerja. Sibuk ngobrol sama main HP," keluh Ipul.
Kritik keras juga datang dari Ketua DPD Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) DKI Jakarta, Rosid. Ia mendesak Walikota Jakarta Utara mengevaluasi kinerja Kasudin SDA Jakut secara menyeluruh.
"Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Utara harusnya turun langsung dan memantau anak buahnya. Kalau nggak sanggup mengontrol kinerja, lebih baik mundur. Masih banyak orang jujur dan bertanggung jawab yang mau jadi Kasudin," tegas Rosid.
Rosid khawatir kasus mangkrak di Marunda Baru ini bukan satu-satunya. Ia menduga banyak proyek perbaikan saluran air di Jakarta Utara lain yang juga terbengkalai.
"Kami imbau rekan media terus pantau kinerja Sudin SDA Jakut. Kalau ada pekerjaan asal-asalan, mari kita ekspos ke publik biar ada perbaikan," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Sudin SDA Jakarta Utara belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan proyek tersebut.
Red : Niko Yj/Rosid


