News Flash
Terpercaya, NEWSLAN.ID - Berita & InvestigasiIkuti terus perkembangan berita terbaru hanya di NEWSLAN.IDTerpercaya, NEWSLAN.ID - Berita & InvestigasiIkuti terus perkembangan berita terbaru hanya di NEWSLAN.ID
NEWSLAN
Home🎮 Games

Memuat Berita...

HomeProductsVideoProfile
NEWSLAN.ID

Informasi

  • Redaksi
  • Company Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Layanan

  • Langganan
  • Video Shorts
  • Kontak

Kontak Kami

WhatsApp:

Email: redaksi@newslan.id

© 2026 NEWSLAN.ID - . Diterbitkan oleh PT. LINTAS AKTUAL NUSANTARA.

Home
Artikel
Detail
Artikel

SKEMA BARTER :Untuk Bayar Utang dan Melanjutkan Pembangunan Kereta Cepat

R
Redaksi NEWSLAN.ID
NEWSLAN.ID8 November 2025 pukul 03.13 WIB
100
Share Berita:
WhatsApp
Facebook
X / Twitter
SKEMA BARTER :Untuk Bayar Utang dan Melanjutkan Pembangunan Kereta Cepat
Foto: Dok. NEWSLAN.ID

Isu mengenai utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) kembali menjadi sorotan publik. Proyek prestisius yang digadang-gadang menjadi simbol kemajuan transportasi nasional ini kini menghadapi tantangan berat: beban utang yang menggunung dan rencana pembangunan tahap lanjut menuju Surabaya.

Menurut informasi terakhir, restrukturisasi utang Kereta Cepat senilai $7,27 milyar atau Rp118, triliun sedang dalam proses negosiasi antara pihak Indonesia dan Bank Pembangunan China (CDB). Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah skema REIT (Real Estate Investment Trust) dengan memperpanjang tenor pembayaran hingga 50 tahun.

Secara konsep, skema REIT cukup menarik karena memungkinkan pengelolaan aset proyek secara produktif sambil menekan beban fiskal jangka pendek. Namun, persoalan muncul ketika utang jangka panjang tersebut berpotensi mewariskan beban ke generasi mendatang.

Menghindari Beban Utang Anak Cucu
Alih-alih memperpanjang tenor hingga setengah abad, penulis mengusulkan pendekatan alternatif yang praktis namun realistis: restrukturisasi utang dengan memperpendek tenor menjadi hanya 5 hingga 10 tahun.

Sekilas, ide ini terlihat berat karena akan meningkatkan nilai cicilan tahunan. Namun, langkah tersebut memiliki nilai moral dan ekonomi yang penting — yakni menghindari kesan melempar tanggung jawab kepada anak cucu kita. Dengan strategi pembayaran yang singkat, Indonesia menunjukkan komitmen menyelesaikan tanggung jawabnya secara cepat dan mandiri.

Tantangannya tentu saja: dari mana pemerintah mendapatkan dana besar dalam waktu singkat?

Jawabannya: Skema Barter Berbasis Sumber Daya Alam
Solusi yang diusulkan adalah menggunakan skema barter berbasis sumber daya alam (SDA).

Skema ini bukan hal baru, bahkan pernah digunakan di berbagai negara berkembang sebagai bentuk diplomasi ekonomi dan penyelesaian utang strategis.

Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, dan salah satu yang paling potensial adalah nikel. Berdasarkan data tahun 2024, Indonesia adalah pemilik cadangan dan produsen terbesar Nikel didunia, cadangan nikel Indonesia mencapai sekitar 17,7 miliar ton bijih dan 176,8 ton logam, dengan nilai ekspor mencapai Rp 126,5 triliun pertahun.

China sendiri merupakan negara dengan kebutuhan nikel sangat tinggi, terutama untuk industri otomotif listrik dan baja tahan karat (stainless steel).

Dengan potensi besar tersebut, nikel dapat dijadikan alat tukar atau instrumen barter untuk menutup utang proyek kereta cepat.

Rancangan Teknis Skema Barter
Dalam konsep ini, perlu dilakukan pemisahan komponen biaya proyek, yakni:

Biaya prasarana (infrastruktur dasar) — rel, jembatan, terowongan, dan stasiun utama.

Biaya sarana dan operasional, seperti rangkaian kereta dan layanan penunjang.

Komponen biaya prasarana inilah yang bisa dibarter menggunakan nilai produk nikel, sementara biaya sarana dan operasional tetap ditanggung oleh konsorsium sesuai proyeksi bisnis mereka.

Bagikan Berita Ini

Share Berita:
WhatsApp
Facebook
X / Twitter

Berita Terkait

Lihat Semua
Loading Ad...
ADVERTISEMENT

Dengan mekanisme ini, tenor pembayaran utang dapat dipersingkat menjadi maksimal 10 tahun, bahkan idealnya 5 tahun, sesuai dengan nilai produk nikel yang dibarter.

Keuntungan skema ini jelas:

Utang bisa dilunasi lebih cepat. Negara tidak terbebani pembayaran jangka panjang.

Tidak ada kesan melempar beban fiskal ke pemerintahan berikutnya.

Barter untuk Pembangunan Tahap Lanjutan ke Surabaya
Jika pemerintah melanjutkan pembangunan kereta cepat hingga Surabaya, diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp 500 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar 70% atau Rp 350 triliun merupakan biaya prasarana.

Melalui skema barter, pemerintah cukup menyediakan produksi nikel senilai Rp 35 triliun per tahun selama 10 tahun.
Angka ini bahkan kurang dari 30% dari total nilai ekspor nikel Indonesia saat ini, sehingga secara ekonomi sangat realistis dan tidak membebani APBN.

Selain lebih efisien, skema barter juga selaras dengan kebutuhan China terhadap nikel — menjadikannya win-win solution bagi kedua negara.

Skema Kuno yang Justru Efisien
Skema barter mungkin terdengar kuno di era digital ekonomi modern. Namun untuk negara sebesar Indonesia, yang kaya sumber daya alam tetapi masih menghadapi keterbatasan likuiditas, barter justru bisa menjadi solusi praktis, efisien, dan bermartabat.

Daripada terus memperpanjang utang hingga generasi mendatang, lebih baik menyelesaikannya dengan cara yang cerdas dan berbasis kekayaan nasional sendiri.

Pemerintah harus berani menghadirkan terobosan seperti ini, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan oleh Menko Infrastruktur AHY pada konferensi pers 3 November 2025, bahwa negara harus hadir dalam setiap pembangunan infrastruktur strategis nasional untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat ..

Bogor, 4 November 2025

Dr. H. Edi Nursalam, Pemerhati transportasi Perkeretaapian

TRANSFORMASI TRANSPORTASI UMUM DEMI KEMANDIRIAN ENERGI INDONESIA
Artikel

TRANSFORMASI TRANSPORTASI UMUM DEMI KEMANDIRIAN ENERGI INDONESIA

Wajar Panik! Segini Asumsi Kerugian Koruptor Samsat, Setelah Aturan KDM Diterapkan.
Artikel

Wajar Panik! Segini Asumsi Kerugian Koruptor Samsat, Setelah Aturan KDM Diterapkan.

TANPA ETIKA ILMUMU  MERUSAK INDONESIA
Artikel

TANPA ETIKA ILMUMU MERUSAK INDONESIA

PARADOKS EFISIENSI: MEMANGKAS ANGGARAN KESELAMATAN, MEMPERTARUHKAN GENERASI EMAS
Artikel

PARADOKS EFISIENSI: MEMANGKAS ANGGARAN KESELAMATAN, MEMPERTARUHKAN GENERASI EMAS

Advertisement

lpkni

Advertisement

Newslan hut

Advertisement

bus SUMATERA jawa

Advertisement

pupuk

Advertisement

pupuk

Berita Terbaru

Kapolda Jambi Perkuat Sinergi dengan Tokoh Agama melalui Silaturahmi Bersama Pimpinan Ponpes Darul Arifin
Berita

Kapolda Jambi Perkuat Sinergi dengan Tokoh Agama melalui Silaturahmi Bersama Pimpinan Ponpes Darul Arifin

16 Apr
Polda Jambi Gelar Konferensi Pers, DPO Narkotika Berhasil Ditangkap di Tanjab Barat
Berita

Polda Jambi Gelar Konferensi Pers, DPO Narkotika Berhasil Ditangkap di Tanjab Barat

16 Apr

Trending Now

Last 7 Days
01

Breaking News..!!! ST Bos Penampung Emas Hasil Peti Digrebek Reskrimsus Polda Jambi

Berita
02

Breaking News...!!! Sekelompok Warga SAD Obrak-abrik Kantor PT SAL 1 Inti 2 di Desa Bukit Suban

Berita
03

Polda Jambi Ungkap Dugaan Tindak Pidana Migas, Pelangsiran Solar Subsidi di SPBU Lubuk Landai

Berita
TRANSFORMASI TRANSPORTASI UMUM DEMI KEMANDIRIAN ENERGI INDONESIA
Artikel

TRANSFORMASI TRANSPORTASI UMUM DEMI KEMANDIRIAN ENERGI INDONESIA

14 Apr
Menjaga Hubungan Sosial Dan Spiritualitas Dengan Rekreasi Bersama Tetangga.
Berita

Menjaga Hubungan Sosial Dan Spiritualitas Dengan Rekreasi Bersama Tetangga.

14 Apr
Konflik SAD dan PT SAL, Aparat dan Tokoh Masyarakat Perkuat Dialog Damai
Berita

Konflik SAD dan PT SAL, Aparat dan Tokoh Masyarakat Perkuat Dialog Damai

13 Apr
Lihat Semua Berita
04

Pemkab Merangin, DPRD Merangin Bersama BPJS Ketenagakerjaan Menyerahkan Santunan JKK dan Beasiswa Ahli Waris Muhamad Yani

Berita
05

Wakapolda Jambi Duduk Bersama Pendemo, Tegaskan Komitmen Transparasi dan Penegakan Hukum

Berita
06

Respons Cepat Call Center 110 Polres Merangin, Bocah Lima Tahun Berhasil Dipertemukan Kembali Dengan Keluarga

Berita
07

Polri Gerak Cepat, Konflik SAD dan Security PT SAL di Sarolangun Berhasil Dikendalikan

Berita