Penulis: Nurul Azizah
Newslan-id. Penulis tahu persis kita hidup di dunia ini tidak bisa dilayani oleh diri sendiri, butuh banyak orang agar hidup ini lebih bermakna dan bermanfaat bagi orang lain. Ketika butuh baju, kita teringat jasa penjahit, butuh makanan teringat orang yang pandai memasak dan seterusnya. Jadi kita hidup ini saling membutuhkan satu sama lain.
Apalagi kita hidup bertetangga, tidak bisa merasa paling hebat diantara tetangga yang ada. Saudara yang tidak sedarah dan paling dekat ya tetangga. Ketika sakit tidak mungkin membutuhkan saudara yang rumahnya jauh di luar kota. Belum tentu mereka datang dan menyediakan waktu untuk menengok dan mendoakan kesembuhan. Jadi hormatilah tetanggamu, jangan sampai merasa paling kaya, paling pintar dan paling agamis dibanding dengan tetangga lainnya. Tulisan ini sengaja ditulis untuk mengingatkan diri sendiri khususnya dan pembaca pada umumnya bahwa hidup sosial di tengah-tengah masyarakat yang majemuk harus saling tolong menolong dan menghormati satu sama lain.
Untuk mewujudkan harmonisasi bertetangga adalah menjaga hubungan sosial dengan tetangga. Kalau di tempat kami ada yang namanya Dasa Wisma (Dawis) yaitu kelompok terkecil dari Rukun Tetangga (RT) yang anggotanya hanya satu deret rumah atau satu gang kecil yang anggotanya 10-20 Kepala Keluarga. Cuma arisan Dawis hanya berlaku untuk ibu-ibu saja yang dilakukan secara kontinyu dan terjadwal.
Untuk menjaga keakraban bertetangga dan memberi imun tubuh, maka perlu adanya rekreasi atau piknik dengan tetangga.
Kadang ada yang berkomentar, "Emak-emak suka acara piknik, makan-makan dan jalan-jalan rekreasi di tempat wisata". Eh tunggu dulu jangan keburu memframing bahwa kegiatan emak-emak ini suatu pemborosan.
Emak-emak itu butuh hiburan di luar rumah, dan anggaran sudah disiapkan sendiri tanpa mengganggu anggaran bulanan. Rekreasi dengan tetangga dan bisa ketawa ketiwi, ngobrol sana sini, tukar pengalaman dan menu masakan itu hal yang menyenangkan.
Kegiatan rekreasi bersama tetangga bisa meningkatkan Dopamin yaitu senyawa kimia di otak yang bertindak sebagai neurotransmiter (pembawa sel antar sel saraf) dan hormon yang sering disebut sebagai happy hormone. Hormon ini akan membuat seseorang melakukan hal-hal yang menyenangkan seperti makan enak secara bersama-sama, belajar hal baru di tempat rekreasi dan sekaligus berolahraga.
Kadar dopamin rendah dapat menyebabkan suasana hati yang memburuk, penurunan motivasi, kelelahan dan dapat menyebabkan depresi.
Ketika di arisan Dawis akan diadakan rekreasi di sekitar Semarang dan daerah sekitarnya, tanpa pikir panjang ya ikut saja. Kebetulan di arisan Dawis mengadakan acara di luar sambil rekreasi yaitu acara arisan di area Soto Sawah Mijen Semarang dan dilanjutkan rekreasi di Kali Kesek Limbangan Boja Kabupaten Kendal Jawa Tengah.
Acara arisan ini diadakan Minggu, 12 April 2026. Boleh membawa anak yang masih kecil, karena tidak mau pisah dengan ibunya.
Hubungan sosial dengan tetangga jangan anggap sepele. Berprilaku baik dengan tetangga itu penting. Saat piknik, pasti saling ngobrol bertukar pendapat itu bagian dari spiritualitas. Spiritualitas itu tidak harus mengaji terus, kajian kitab, mendengarkan ceramah kiai atau ustad. Spiritualitas itu mencakup bagian keseluruhan dari semua aspek kehidupan. Pikiran terbuka, bahagia yang nyata tidak dibuat-buat atau pura-pura bahagia. Tetapi kebahagiaan yang hakiki sesama tetangga yang selama ini sudah mulai dilupakan, bahwa kitapun bisa bahagia bersama.





