NEWSLAN.ID JAMBI – Kinerja aparat penegak hukum di wilayah Kabupaten Merangin kembali menjadi sorotan tajam. Dugaan praktik "tangkap lepas" dua unit alat berat ekskavator yang diduga kuat terlibat aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Pulo Rayo–Bangko Tinggi pada 1 September 2026 lalu hingga kini masih menyisakan misteri besar. Rabu (30/09/2026).
Tak hanya mempertanyakan ketegasan Polres Merangin, publik juga dibuat terheran-heran dengan keberadaan oknum anggota Kodim 0420/Sarko di lokasi penertiban tersebut. Kehadiran personel militer di area PETI menimbulkan tanda tanya besar terkait Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) mereka di lapangan.
Hampir genap satu bulan berlalu sejak peristiwa geger tersebut, namun penanganan kasus ini terkesan jalan di tempat. Belum ada perkembangan signifikan maupun tindakan tegas dari instansi tingkat atas, baik Polda Jambi, Korem 042/Gapu, maupun Denpom II/Jambi.
Padahal, Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI) DPD Merangin telah melayangkan surat resmi sejak 4 September 2026 untuk mendesak pengusutan tuntas kasus yang mencederai keadilan publik ini.
Ketua DPD LPKNI Merangin, Sukarlan, menyatakan kekecewaan mendalam atas lambannya tindak lanjut dari institusi terkait. Menurutnya, tidak ada alasan bagi penegak hukum untuk mengulur waktu atau "masuk angin", sebab alat bukti dan keterangan pendukung di lapangan sudah sangat terang benderang.
"Kami sangat menyayangkan hal ini terjadi. Bukti dan keterangan saksi di lokasi sudah jelas, bahkan rekan-rekan Redaksi newslan.id serta pernyataan resmi dari Kapolsek Kota Bangko saat penindakan real-time di lokasi kejadian pun ada. Mengapa sampai sekarang belum ada penetapan tersangka yang transparan?" tegas Sukarlan dengan nada geram.
Publik kini mempertanyakan komitmen Polda Jambi, Korem Gapu, dan Denpom II/Jambi dalam memberantas kejahatan lingkungan dan menjaga integritas institusi. Sikap diam dan lambannya penanganan ini memicu prasangka buruk di tengah masyarakat: Apakah hukum di Merangin memang tajam ke bawah tapi tumpul ke atas, khususnya jika berhadapan dengan tambang ilegal dan modal besar?
Masyarakat Merangin menanti ketegasan dan transparansi nyata, bukan sekadar janji atau aksi seremonial belaka. Redaksi newslan.id akan terus mengawal dan menelusuri kasus ini hingga ada titik terang dan kepastian hukum yang adil.
Redaksi

