Newslan-id Semarang. Hingga saat ini, baru 7 dari 30 koridor Trans Jateng yang telah beroperasi. Melihat potensi besar tersebut, percepatan pengoperasian koridor lainnya sangat diperlukan agar pemenuhan kebutuhan transportasi publik di seluruh wilayah Jawa Tengah dapat segera terwujud.
Kabar baik bagi warga di wilayah aglomerasi Gelangmanggung (Magelang-Temanggung). Rencana pembukaan koridor baru Trans Jateng untuk rute Magelang – Secang – Temanggung saat ini sudah memasuki tahap pemantapan serius.
Berdasarkan informasi terbaru dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, koridor ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2027. Tahun 2026 ini difokuskan pada tahap sosialisasi, penyiapan infrastruktur (halte), dan pemantapan komitmen antar pemerintah daerah (Kota Magelang, Kab. Magelang, dan Kab. Temanggung).
Koridor ini dirancang untuk menghubungkan pusat-pusat kegiatan masyarakat dan pariwisata. Titik awal/akhir adalah Terminal Maron (Kabupaten Temanggung) – Terminal Tidar (Kota Magelang) – Terminal Borobudur (Kabupaten Magelang). Bus akan melintasi kawasan strategis seperti Secang, yang menjadi titik temu arus kendaraan dari arah Semarang, Magelang, dan Temanggung. Rute ini direncanakan sebagai pendukung utama akses menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur.
Jumlah armada direncanakan akan ada sekitar 14 unit bus yang melayani koridor ini. Interval waktu, seperti koridor Trans Jateng lainnya, bus dijadwalkan berangkat setiap 10–15 menit, sehingga masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama. Pengusaha dan sopir angkutan umum eksisiting di jalur tersebut rencananya akan dirangkul untuk menjadi bagian dari sistem operasional Trans Jateng (baik sebagai pengemudi maupun admin) guna menghindari gesekan sosial.
Tarif Trans Jateng bersubsidi yang dikenakan saat ini sekitar Rp 4.000 untuk umum dan Rp 1.000 untuk pelajar/buruh/veteran) akan jauh lebih murah dibandingkan transportasi pribadi atau angkutan umum biasa. Untuk konektivitas akanmemudahkan mobilitas pekerja dan pelajar yang tinggal di Temanggung namun bekerja atau sekolah di Magelang, dan sebaliknya. Dukungan ekonomi akan membuka akses yang lebih mudah bagi wisatawan dari arah Temanggung menuju Borobudur tanpa harus berganti-ganti kendaraan yang rumit.















