NEWSLAN.ID, JAKARTA — Nasib naas menimpa seorang staf telemarketing lembaga finansial yang berniat mengejar target bulanan. Harapan mendapatkan nasabah kakap berujung kekecewaan mendalam setelah ia ditawari jaminan berupa sertifikat vaksin oleh calon nasabahnya.
Kejadian berawal saat sales tersebut menghubungi seorang pria yang mengaku sedang tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran. Demi memuluskan pencairan dana, pihak telemarketing menegaskan bahwa status pekerjaan tidak menjadi masalah selama calon peminjam memiliki jaminan berupa sertifikat.
Mendengar syarat tersebut, pria tersebut tanpa ragu mengajukan pinjaman dengan nominal fantastis sebesar Rp250 juta. Sontak, penawaran itu membuat sang sales merasa mendapat angin segar dan meyakini target bulanannya akan langsung tercapai.
Namun, kegembiraan tersebut tidak bertahan lama. Saat dikonfirmasi mengenai jenis aset yang dijaminkan—antara sertifikat tanah atau sertifikat rumah—pria tersebut dengan polosnya menjawab bahwa ia hanya memiliki sertifikat vaksin.
Merasa dipromosi berlebihan dan kena "prank" di jam kerja, staf telemarketing tersebut langsung mematikan sambungan telepon tanpa mengucapkan salam penutup. Sementara itu, sang calon nasabah mengaku kebingungan dan merasa tidak bersalah atas insiden pemutusan telepon secara sepihak tersebut.
Redaksi

