JAMBI, NEWSLAN.ID – Spanduk peringatan, narasi tegas di media sosial, hingga ultimatum keras dari pimpinan instansi TNI-Polri kini bertebaran di mana-mana. Pesannya seragam: tidak ada toleransi bagi pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) maupun oknum aparat yang nekat menjadi backing perbuatan melanggar hukum tersebut.
Namun di lapangan, masyarakat kerap bertanya-tanya: sejauh mana imbauan ini benar-benar menjadi taring penegakan hukum, atau hanya sekadar seremonial rutin pengisi panggung publik?
Polda Jambi secara terbuka menegaskan akan memproses hukum siapapun yang terlibat dalam aktivitas PETI tanpa pandang bulu. Di sisi lain, komitmen bersama TNI-Polri juga menggaungkan larangan keras bagi seluruh prajurit dan anggota agar tidak membekingi tindakan ilegal yang merusak lingkungan dan mencoreng marwah instansi.
Himbauan yang megah dan instruksi yang bernada menggelegar memang penting sebagai wujud komitmen. Akan tetapi, bagi rakyat yang sehari-hari menyaksikan dampak kerusakan lingkungan dan praktik tambang ilegal di wilayahnya, lembaran selebaran dan rekaman suara saja tidak cukup.
Rakyat Indonesia tidak butuh janji manis di atas kertas atau pamer gertakan di media. Yang dinanti saat ini adalah ketegasan riil: tindakan hukum yang menyasar hingga ke aktor intelektual, penyitaan alat berat secara konsisten, serta pembersihan oknum-oknum yang berseluncur di balik seragam untuk mengamankan bisnis haram tersebut.
Jika penindakan di lapangan masih tebang pilih dan aktivitas PETI tetap melenggang bebas, maka serangkaian spanduk dan imbauan tegas itu hanya akan dinilai masyarakat sebagai panggung formalitas belaka. Penegakan hukum yang adil, jujur, dan profesional harus dibuktikan dengan hasil nyata, bukan sekadar riuh komitmen di media.
Redaksi

