MERANGIN, NEWSLAN.id – Sikap masa bodoh pengelola jaringan internet kembali memakan korban. Akibat kabel optik yang dibiarkan terjuntai hingga menyentuh tanah selama lebih dari satu bulan, seorang pengendara sepeda motor di Jalan Lintas Dusun Bangko tersungkur setelah lehernya terjerat kabel tersebut.
Insiden ini menjadi puncak kejengkelan warga setempat. Pasalnya, kondisi kabel terjuntai dari tiang ke tiang ini sudah dilaporkan masyarakat, namun tak kunjung direspons. Pihak PLN yang sempat ditemui warga mengonfirmasi bahwa kabel liar tersebut bukan milik mereka, melainkan diduga kuat milik jaringan Iconplus.
Kasus ini mengungkap fakta kelam di lapangan: kabel-kabel fiber optik milik provider—baik Iconplus, IndiHome (Telkom), maupun penyedia jasa internet lainnya—hampir tidak pernah mendapatkan pemeliharaan atau inspeksi rutin.
Pola kerja para provider ini dinilai sangat serampangan. Setelah kabel terpasang, pemeliharaan seolah diabaikan. Ketika terjadi kendala, bukannya membenahi kabel lama yang melilit atau putus, teknisi di lapangan justru menarik jalur kabel baru. Akibatnya, kabel lama dibiarkan bergelantungan, berserakan di tiang, bahkan menjadi kumuh tertutup semak belukar dan tumbuhan merambat di lahan warga.
Kondisi ini makin diperparah dengan minimnya transparansi dari pihak penyedia jasa. Masyarakat awam dibuat bingung karena tidak tahu harus mengadu ke mana.
"Kantor Iconplus saja tidak ada di Merangin ini. Nomor pengaduannya tidak tahu berapa. Masyarakat mana paham kode-kode kabel itu milik perusahaan yang mana?" keluh salah seorang warga Bangko.
Tak hanya perusahaan resmi, maraknya provider ilegal yang tidak terdaftar kian memperkeruh keadaan. Mereka menggunakan "mode senyap": datang memasang jaringan, menerima uang bulanan, lalu menghilang. Begitu terjadi kecelakaan tragis akibat kelalaian kabel mereka, semua pihak mendadak lepas tangan dan pura-pura tidak tahu.
Sampai berita ini diturunkan, warga mendesak aparat terkait dan instansi pemerintah daerah untuk segera menertibkan jaring-jaring kabel maut yang membahayakan keselamatan jiwa para pengguna jalan di Merangin.
(Redaksi)



