Penulis: Nurul Azizah
Newslan.id. Perlu saya tulis pesan Kematian "Kullu Nafsin Dzaiqotul Maut" artinya setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Frasa ini merupakan penggalan ayat dari Al-Qur'an salah satunya terdapat dalam Surat Ali 'Imran ayat 185. Maknanya sangat jelas yaitu menegaskan bahwa kematian adalah kepastian sangat mutlak bagi semua makhluk hidup yang bernyawa dan semuanya akan kembali dipanggil Allah SWT untuk menghadap-Nya. Semuanya tak terkecuali, entah itu laki-laki, perempuan, tua muda, kaya miskin, punya jabatan tak punya apa-apa, cantik, tampan, jelek, berilmu tak berilmu, artis selebritis atau gembel sekalipun. Semua di mata Allah berkedudukan sama. Yaitu hamba Allah. Karena sebenarnya 'Nyawa' juga milik Allah, hanya kepada Allah kamu semua akan dikembalikan. Semua makhluk hidup akan kehilangan nyawa, dan pada akhirnya yang hidup akan mencicipi yang namanya sakaratul maut.
Tulisan ini sebagai pengingat terkhusus untuk pribadi penulis, dan pembaca semuanya akan mempersiapkan diri jika suatu saat ajal menjemput. Tapi semua masih menjadi rahasia Allah, kapan kita mati, di mana dan dalam kondisi apa?
Setiap bernyawa akan merasakan mati. Hanya pada hari kiamat sajalah diberikan sempurna balasannya. Apabila hidup di dunia berbuat baik, jujur dan menjunjung kebenaran karena Allah maka balasannya akan disempurnakan oleh Allah SWT. Sebaliknya hidup didunia menjauhi ajaran agama dan menyesatkan diri bersama setan laknatullah maka mereka kelak juga dipertemukan dan satu tempat dengan setan laknatullah. Siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan dalam surga, sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.
Nasehat kematian sengaja saya angkat menjadi sebuah tulisan, karena dalam seminggu ini penulis memimpin pengajian di tetangga yang ditinggal mati suaminya. Baru saja selesai acara tujuh hari kirim doa. Terdengar kabar temanku online nun jauh di Tangerang juga meninggal dunia. Ya semoga almarhum meninggal dalam kondisi husnul khotimah makamnya menjadi roudhoh min riyadhil jannah, menjadi taman-taman surga, aamiin aamiin aamiin YRA. Yang ditinggal tetap sehat, sabar dan ikhlas serta bisa menerima kenyataan pahit ini. Sesungguhnya kematian hanya soal waktu saja. Mereka dapat giliran terlebih dahulu sedangkan kita-kita yang masih hidup menunggu antrian untuk dipanggil menghadap kepada Allah SWT.
Makna dari "Kullu Nafsin Dzaiqotul Maut" adalah nasehat kematian dimana kita harus senantiasa menjaga amal, ibadah secara istiqamah kepada Allah SWT, bertaqwa yang sebenar-benarnya Taqwa dan menjauhi segala larangan-Nya.
Apabila ada perasaan takut akan adanya kematian ya wajar saja. Jadikanlah ketakutan ini sebagai pemacu untuk menjadi lebih baik dan menjadi energi untuk menjauhkan diri dari kemaksiatan. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, "Rasulullah Saw bersabda, perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan, yaitu kematian. Ini artinya setiap makhluk hidup akan kembali kepada Allah SWT.
Mari kita yang masih hidup ini mau dan mampu menyadari bahwa hidup di dunia ini sementara. Marilah kita manfaatkan waktu yang singkat ini sebaik-baiknya sebelum kita kembali kepada-Nya.
Nasehat kematian bukannya menakuti, tapi sebagai introspeksi apakah kita sudah siap kalau ajal kita sewaktu-waktu diambil oleh Allah melalui malaikat Izrail, sang pencabut nyawa.
Untuk teman-teman dan keluarga yang baru saja ditinggal mati oleh orang terkasih maka ikhlaskanlah.
Mengikhlaskan kepergian sang kekasih hati (suami/istri) adalah proses yang sangat berat dan tidak bisa dipaksakan dalam waktu singkat. Menangis dan bersedih adalah respons yang sangat wajar karena ini membuktikan dalamnya cinta dan kasih sayang. Berikan waktu untuk diri dalam berproses menjadi ikhlas dan legowo. Kalau memang harus menangis, menangis saja untuk melepaskan emosi dan mengurangi sesak di dada. Alihkan kesedihan menjadi doa. Doa istri/suami yang sholekah/sholeh adalah salah satu amalan yang pahalanya akan terus mengalir pada pasangan hidup yang sudah meninggal.
Nurul Azizah penulis buku "Dari Perempuan NU Untuk Indonesia" minat hub penulis



