NEWSLAN.ID – PALEMBANG | Upaya penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penanganan kabut asap terus dioptimalkan oleh pihak berwenang. Salah satu langkah strategis yang tengah berjalan selama beberapa minggu ke depan adalah operasi pembenihan awan (cloud seeding) atau Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Langkah ini diambil untuk memicu penyemaian hujan buatan guna memadamkan titik api (hotspot) dan membersihkan partikel asap yang mencemari udara.
Seiring dengan digulirkannya proses tersebut, imbauan penting disampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat. Apabila hujan turun secara tiba-tiba selama periode pembenihan awan berlangsung, warga diminta untuk tidak menampung maupun menggunakan air hujan tersebut untuk kebutuhan domestik, seperti minum, memasak, mandi, mencuci, atau keperluan harian lainnya.
Langkah pencegahan ini dikeluarkan mengingat air hujan yang jatuh pada fase awal pembenihan berpotensi membawa sisa residu atau zat kimia/bahan persemaian yang digunakan dalam proses penyemaian awan. Selain itu, presipitasi yang turun di tengah konsentrasi kabut asap tinggi cenderung mengikat partikel polutan berbahaya di udara (scavenging effect), sehingga kualitas air hujan tersebut tidak memenuhi standar kesehatan untuk dikonsumsi maupun kontak langsung dengan kulit.
Proses penyemaian ini merupakan bentuk ikhtiar teknis demi mempercepat penurunan kadar jerebu agar kualitas udara kembali normal dan sehat bagi masyarakat luas. Kesadaran dan kerja sama dari warga sangat diharapkan untuk tidak memanfaatkan air hujan secara langsung demi mengantisipasi risiko gangguan kesehatan seperti iritasi kulit maupun masalah pencernaan.
Mari kita bersabar, saling mengingatkan, dan mendukung penuh upaya yang sedang berjalan. Dengan sinergi dan pemahaman bersama, diharapkan ancaman kabut asap akibat karhutla ini dapat segera teratasi, sehingga udara yang bersih, segar, dan sehat dapat kembali dinikmati oleh seluruh masyarakat.
Redaksi


