Di tengah ketidakstabilan ekonomi global dan tensi geopolitik yang meningkat, Iran telah menjadi sorotan dunia. Kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah memicu reaksi yang signifikan terhadap kondisi ekonomi Iran, termasuk melemahnya nilai tukar mata uang nasionalnya. Namun, yang menarik adalah masyarakat Iran lebih akrab menggunakan istilah "toman" dalam transaksi sehari-hari daripada "rial" yang merupakan mata uang resmi negara.
Perbedaan antara rial dan toman ini tidak terlepas dari tingkat inflasi yang sangat tinggi di Iran. Untuk mempermudah penyebutan harga dan menghindari angka yang terlalu besar, masyarakat Iran menggunakan sistem hitung alternatif berupa toman. Satu toman setara dengan 10.000 rial, sehingga memudahkan masyarakat dalam menyebut harga tanpa harus menggunakan deretan angka yang terlalu panjang.
Sejarah dan Perbedaan Rial dan Toman
Secara hukum dan administratif, Iran menetapkan rial sebagai mata uang resminya. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Iran nyaris tidak pernah menyebut istilah "rial" saat bertransaksi. Mereka lebih terbiasa menggunakan sebutan "toman" dalam percakapan jual beli, baik di pasar tradisional maupun toko-toko kecil. Perbedaan ini membuat wisatawan asing kebingungan saat pertama kali berkunjung ke Iran.
Untuk mengakhiri kebingungan yang telah berlangsung lama, Pemerintah Iran melalui Bank Sentral Iran (Central Bank of Iran/CBI) mulai menggulirkan kebijakan redenominasi sejak 2020. Proses ini kemudian dijalankan secara lebih luas dan bertahap pada periode 2025 hingga 2026. Melalui kebijakan tersebut, Iran secara resmi mengganti satuan mata uang utamanya dari rial menjadi toman versi baru dengan memangkas empat angka nol.
Dengan skema ini, 10.000 rial lama kini disetarakan dengan 1 toman baru. Mata uang baru tersebut juga dibagi ke dalam pecahan yang lebih kecil bernama qiran, di mana satu toman terdiri atas 100 qiran. Dalam masa transisi, uang kertas lama masih tetap berlaku dan beredar bersamaan dengan uang baru. Uang kertas yang diterbitkan belakangan menampilkan nominal yang lebih kecil, disertai bayangan angka nol sebagai penanda perubahan sistem dan penyesuaian bertahap bagi masyarakat.





