MERANGIN NEWSLAN.ID ā Kinerja penyidik Polres Merangin mendadak disorot tajam oleh masyarakat. Penanganan kasus dugaan penganiayaan dan pengancaman senjata tajam yang menimpa Doni Gabrianto Bin Satrizon dinilai "berjalan di tempat" meski telah bergulir lebih dari dua bulan tanpa kepastian hukum yang jelas.
Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Jumat, 17 April 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Bermula dari aksi balap liar yang dinilai meresahkan di depan rumah korban, Doni memberanikan diri untuk memberikan teguran. Namun, teguran berniat baik tersebut justru berbuntut panjang.
Sekitar pukul 20.00 WIB di hari yang sama, terduga pelaku bernama Ijal mendatangi korban dan melakukan aksi pemukulan. Tak berhenti di situ, situasi makin mencekam ketika pelaku lain bernama Aldo menyusul ke lokasi sembari membawa senjata tajam.
Meski korban telah resmi melaporkan kejadian tersebut ke Polres Merangin dengan mengantongi hasil visum et repertum serta didukung sejumlah saksi kunci di lokasi kejadian, penanganan perkara ini dinilai sangat lamban.
Kekecewaan mendalam diungkapkan pihak korban dan warga sekitar yang mengawal kasus ini. Penyidik dinilai sulit dikoordinasikan dan terkesan tidak serius menuntaskan dugaan tindak pidana yang membahayakan nyawa warga tersebut.
"Penyidik sempat berjanji bahwa perkara ini akan segera digelarkan. Namun sampai hari ini janji tinggal janji. Setiap kali dipertanyakan perkembangannya, tidak ada kejelasan realisasi," tegas pihak korban dengan nada kecewa.
Sikap penyidik yang terkesan mengulur-ulur waktu ini memicu prasangka buruk serta kekecewaan mendalam dari masyarakat sekitar. Publik mempertanyakan komitmen dan profesionalisme Polres Merangin dalam memberikan perlindungan dan keadilan bagi masyarakat kecil yang menjadi korban kejahatan.
Warga dan korban mendesak Kapolres Merangin dan jajaran Propam untuk turun tangan mengawasi proses penyidikan ini agar segera dilakukan penetapan tersangka dan penahanan terhadap para pelaku. Masyarakat menegaskan tidak akan tinggal diam jika kasus penganiayaan berdarah dingin ini berakhir menguap begitu saja.
Redaksi



