MERANGIN, NEWSLAN.ID – Sungguh ironis dan sangat disayangkan. Jalur vital Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang berstatus sebagai jalan nasional ternyata masih menyimpan bahaya laten yang mengancam nyawa pengendara setiap detiknya.
Jembatan Sungai Rasau yang terletak di Kelurahan Pamenang, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, hingga kini dibiarkan merana tanpa fasilitas keselamatan yang layak. Bertahun-tahun lamanya, jembatan ini kokoh berdiri tanpa dilengkapi rambu-rambu lalu lintas satu pun!
Oleh warga setempat, jembatan ini kerap dijuluki "Jembatan Kembar". Namun sayang, kemegahan status jalan nasional ini tidak dibarengi dengan tanggung jawab keselamatan dari pihak terkait. Jangankan rambu penunjuk arah atau peringatan, saat malam tiba, area jembatan ini berubah drastis menjadi gelap gulita bak perlintasan tak bertuan karena nihilnya lampu penerangan jalan.
Kekesalan masyarakat Pamenang kini sudah berada di ubun-ubun. Muher, salah seorang warga setempat yang kerap melintasi jalur tersebut, mengungkapkan rasa herannya yang mendalam atas pembiaran yang dilakukan pemerintah selama bertahun-tahun ini.
"Entah apa sebabnya, Jembatan Sungai Rasau yang kami sebut Jembatan Kembar ini sampai sekarang belum juga dipasang rambu-rambu. Padahal ini jalan nasional, jalur ramai! Apalagi kalau malam hari, tidak ada penerangan jalannya sama sekali," keluh Muher dengan nada kesal kepada media Newslan.id.
Ia juga menyentil keras sikap cuek dinas terkait yang seolah-olah sengaja menanti terjadinya tragedi sebelum mau bekerja.
"Apa harus tunggu ada korban jiwa dulu baru sibuk mau pasang rambu? Dulu masalah ini sudah pernah kami suarakan dan diberitakan juga oleh media ini. Tapi sampai sekarang? Hasilnya tetap ZONK!" tegasnya berapi-api.
Sorotan tajam dan rapor merah kini patut dialamatkan kepada Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi. Sebagai instansi yang memegang otoritas penuh terhadap fasilitas keselamatan jalan nasional di wilayah Jambi, kinerja mereka dalam menangani Jembatan Sungai Rasau dinilai sangat mandul.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda ataupun reaksi nyata dari BPTD Kelas II Jambi untuk turun ke lapangan mengatasi ancaman keselamatan di jembatan tersebut. Sikap diam seribu bahasa dari instansi ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat: Apakah anggaran keselamatan jalan sudah habis, atau memang keselamatan nyawa pengguna jalan bukan menjadi prioritas mereka?
Masyarakat Pamenang dan para sopir lintas Sumatera mendesak agar BPTD Kelas II Jambi segera bangun dari tidurnya. Pasang rambu-rambu dan penerangan di Jembatan Sungai Rasau sebelum jalur ini menuntut tumbal akibat kelalaian birokrasi yang terus dipelihara. (Tim Redaksi)



