NEWSIAN.ID MERANGIN – Momentum libur panjang sekolah biasanya menjadi waktu yang paling dinanti oleh para siswa. Namun, liburan kali ini menyisakan cerita unik sekaligus ironis di balik layar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bukan para siswa penerima manfaat yang resah karena libur makan gratis, melainkan para pemilik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang justru kasak-kusuk dan "ribut" di media sosial maupun komunitas mereka.
Fenomena ini menjadi sorotan tajam. Sejak bergulirnya program nasional ini, para pengusaha dan pengelola dapur SPPG telah menginvestasikan modal yang tidak sedikit—mulai dari sewa tempat, alat-alat masak standar higienis skala besar, hingga kontrak dengan penyuplai bahan baku lokal.
Ketika sekolah libur dan aktivitas MBG otomatis dihentikan sementara, "jantung bisnis" dapur-dapur ini mendadak berhenti berdetak.
"Ini ironis. Esensi awal program ini kan untuk pemenuhan gizi anak sekolah. Harusnya saat libur, fokus kita adalah mengevaluasi kesehatan anak-anak. Tapi yang terjadi sekarang, dinamika justru bergeser ke area komersial. Pemilik dapur pusing memikirkan biaya operasional dan perputaran modal yang mandeg selama sebulan penuh," ujar Wahyu Kuncoro salah satu pengamat kebijakan publik saat dihubungi Newsian.id.
Keributan dan keresahan para pemilik SPPG ini membongkar satu fakta baru: manajemen risiko bisnis dalam program semi-sosial ini belum sepenuhnya matang. Banyak pengelola dapur yang belum siap menghadapi off-season atau masa libur akademis yang sudah pasti terjadi setiap tahunnya.
Di sisi lain, para siswa justru menikmati masa liburan mereka di rumah bersama keluarga tanpa beban, berbanding terbalik dengan para pemilik dapur yang dipusingkan oleh nota tagihan dan nasib para pekerja dapur yang terpaksa dirumahkan sementara.
Akankah ada regulasi baru yang mengatur skema kompensasi atau pengalihan distribusi gizi selama masa libur sekolah? Ataukah para pemilik SPPG harus gigit jari dan belajar mengelola napas kas (cash flow) mereka sendiri saat lonceng sekolah berhenti berbunyi?
Tim Redaksi Newsian.id akan terus mengawal perkembangan dinamika hilir program Makan Bergizi Gratis ini. (Red)



