Newslan-id Pekalongan. Dwi Purwanto, warga Kabupaten Pekalongan, harus menelan kenyataan pahit setelah kehilangan uang hingga Rp 2,6 miliar demi meloloskan anaknya ke Akademi Kepolisian (Akpol).
Dwi yang berprofesi sebagai wiraswasta mengaku dijanjikan peluang masuk melalui “jalur khusus kuota Kapolri” oleh empat orang. Ironisnya, dua di antaranya merupakan anggota aktif Polres Pekalongan, yakni Aipda Fachrurohim dan Bripka Alexander Undi Karisma.
Demi masa depan sang anak berinisial F, Dwi mengumpulkan uang dari hasil kerja keras bertahun-tahun. Tidak hanya itu, ia bahkan meminjam dari saudara yang saat itu menjual dua mobil mewah Rubicon dan Mini Cooper demi memenuhi permintaan para pelaku.
Namun harapan itu sirna. Seleksi Akpol tetap gagal, dan para terduga pelaku tidak menepati janji.
Saat menyadari dirinya telah ditipu, Dwi tak kuasa menahan kesedihan.
“Uang itu hasil kerja keras saya. Demi anak, saya percaya. Tapi ternyata saya ditipu,” ucapnya, Rabu (22/10/2025) dikutip dari TribunJateng.
Kini kasus tersebut terus bergulir, sementara Dwi masih menunggu keadilan atas kerugian luar biasa yang dialaminya.(**)





