NEWSLAN-ID JAKARTA. Indonesia Corruption Watch (ICW) baru aja merilis soal risetnya terkait proyek makan bergizi gratis (MBG) yang lagi getol banget dijalankan pemerintah Pak Prabowo Subianto.
Riset yang dirilis pada Selasa (25/11) itu menyebutkan bahwa 89 dari 102 yayasan pengelola SPPG atau dapur MBG ternyata terafiliasi sama partai politik dan keluarga pejabat.
Peneliti ICW Seira Tamara menyebutkan bahwa 102 yayasan MBG yang diteliti udah dipilih secara acak dari 38 provinsi. Lalu kepemilikan yayasan dicek lewat akta resmi dari laman Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkumham.
“Kesimpulan temuan ini adalah MBG terindikasi menjadi alat melanggengkan kuasa Presiden Prabowo, dan kami menemukan banyak praktik patronase, ” Ujarnya.
Jadi hasil riset itu menemukan 28 yayasan terafiliasi dengan partai politik. Ada juga empat anggota DPR dan DPRD aktif yang tercatat sebagai pengurus yayasan pengelola MBG. Di luar itu, ada sembilan yayasan yang terhubung dengan birokrasi pemerintahan, termasuk kelompok relawan atau Ormas pendukung saat kampanye pilpres.
Meski ICW bisa ngakses data kepemilikan yayasan, Seorang bilang lembaganya tetap kesulitan mengetahui berapa jumlah dapur MBG yang dikelola tiap yayasan. Soalnya BGM nggak buka datanya ke publik. Situs web BGN cuma kasih tau nama SPPG dan area operasi dapurnya, tanpa informasi berapa jumlah dapur dan siapa operator faktualnya. Jadi selain gajelas dalam urusan menu-menu dan gizinya, MBG ini juga gak transparan soal pemilik-pemilik yayasan penyedianya.(**)






