BUNGO, JAMBI — Newslan.id | Aksi premanisme dan pungutan liar kembali mencoreng keamanan di Kabupaten Bungo, Jambi. Kali ini, rombongan Majelis Taklim Al Istiqomah asal Dusun Sekar Mengkuang menjadi korban dugaan penghadangan oleh oknum yang sok jagoan saat melintas di jalur sepi dari arah Jamika Raya – Talang Silungko menuju Simpang 44 TKA.
Jalur yang relatif sepi dari aktivitas masyarakat tersebut kini menjelma menjadi lapak rawan kejahatan. Jamaah yang hendak beribadah dan bersilaturahmi justru dibuat panik dan terintimidasi di jalanan.
Berdasarkan data yang dihimpun tim redaksi Newslan.id, kejahatan jalanan ini bermula saat bus rombongan melintas di kawasan Stopel Simpang 44. Pelaku nekat menghentikan bus dan terus menguntit kendaraan tersebut. Puncaknya, bus kembali dihentikan secara paksa di tepi Jalan Lintas Sumatera sekitar Simpang 44.
Ketegangan pecah saat perdebatan mulut terjadi antara sopir, penumpang, dan oknum preman tersebut. Mirisnya, meski rombongan sudah mencoba mengalah dengan memberikan sejumlah uang, sang pelaku justru bersikap makin arogan dan menolaknya. Oknum tersebut bahkan memegang batu dan mengancam akan melempar bus yang sarat dengan jamaah majelis taklim.
Aksi provokasi brutal ini baru terhenti setelah warga sekitar turun tangan meredam situasi dan mengusir pelaku, hingga akhirnya rombongan dapat melanjutkan perjalanan meski menyisakan trauma mendalam.
Kejadian ini melukai rasa aman masyarakat. Jalur umum yang seharusnya bebas diakses warga kini seolah dikuasai oknum-oknum tak bertanggung jawab yang bertindak seenaknya tanpa takut hukum.
Warga mendesak aparat kepolisian, khususnya Polres Bungo dan jajaran polsek setempat, untuk segera bergerak cepat, menyisir lokasi kejadian, dan melempar para pelaku premanisme ini ke balik jeruji besi. Patroli di jalur sepi Simpang 44 hingga Talang Silungko tak bisa lagi sekadar formalitas. Polisi dituntut bertindak tegas dan tak memberi ruang sedikit pun bagi aksi premanisme yang meresahkan pengendaranya.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi Newslan.id belum menerima keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait langkah konkret penanganan dugaan intimidasi jalanan ini. Redaksi akan terus mengawal kasus ini hingga jalur Bungo kembali aman bagi siapapun.
Redaksi


