MUARA BUNGO, NEWSLAN.ID – Ironis dan memprihatinkan! Penegakan hukum dan wibawa Pemerintah Daerah (Pemda) serta Kepolisian Resor (Polres) Bungo benar-benar diuji, atau malah sengaja “dilempemkan”? Pasalnya, objek vital negara yang seharusnya steril dan dijaga ketat, yakni Bandara Muara Bungo, kini justru dikepung dan diacak-acak oleh aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) alias dompeng.
Hebatnya, aktivitas ilegal yang merusak lingkungan dan mengancam keselamatan penerbangan ini terkesan dibiarkan melenggang bebas. Pemda dan Aparat Penegak Hukum (APH) di Bungo tampak tak berkutik, bak “singa ompong” yang kehilangan taring di hadapan para mafia emas ilegal.
Berdasarkan pantauan dan informasi yang dihimpun tim redaksi Newslan.id, deru mesin dompeng tanpa dosa membelah keheningan di sekitar kawasan bandara. Para pelaku PETI seolah menantang hukum secara terang-terangan. Mereka tidak lagi sembunyi-sembunyi di dalam hutan, melainkan sudah berani merambah area strategis yang menjadi urat nadi transportasi udara masyarakat Kabupaten Bungo.
Masyarakat mulai bertanya-tanya, ada apa dengan Pemda Bungo? Mana fungsi pengawasan dan ketegasan dari Polres Bungo? Apakah kekuatan hukum negara kalah telak dengan kekuatan "setoran" atau relasi para cukong pembeking dompeng tersebut?
Catatan Redaksi: Bandara adalah kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP) yang dilindungi undang-undang. Membiarkan aktivitas penambangan liar di sekitarnya bukan hanya kelalaian fatal, tapi merupakan bentuk pembiaran terhadap potensi bencana penerbangan dan kehancuran ekologi.
Keluhan demi keluhan yang disuarakan warga seolah hanya menjadi angin lalu. Razia-razia yang pernah dilakukan sebelumnya kini diduga kuat hanya menjadi ajang "sandiwara" atau formalitas belaka, karena tak berselang lama, mesin-mesin perusak bumi itu kembali beroperasi dengan gagah berani.
Jika Pemda dan Polres Bungo tetap memilih "tutup mata" dan bungkam seribu bahasa tanpa ada tindakan konkret yang mengakar hingga ke para cukongnya, maka jangan salahkan publik jika berasumsi bahwa ada "main mata" di balik layar antara oknum pejabat, aparat, dan pelaku PETI.
Hukum harus ditegakkan, bukan tajam ke bawah tapi tumpul di hadapan dompeng! Publik menunggu keberanian Kapolres Bungo dan Bupati Bungo untuk membersihkan lingkaran setan PETi di Bandara Bungo secara total, bukan sekadar gertak sambal. (Red)



