PATI NEWSIAN.ID – Solidaritas tanpa batas dan semangat seduluran selawase (persaudaraan selamanya) benar-benar ditunjukkan oleh ikatan alumni SMA Nasional Pati Angkatan 1992. Di tengah kesibukan masing-masing, mereka kompak meluangkan waktu untuk menjenguk salah satu sahabat mereka, Dwi Sanyoto, yang tengah terbaring sakit di kediamannya.
Diketahui, Dwi Sanyoto baru saja mengalami musibah kecelakaan tragis yang mengakibatkan dirinya mengalami patah tulang di bagian punggung. Mendengar kabar kurang menyenangkan tersebut, gerak cepat dilakukan oleh rekan-rekan seangkatannya untuk memberikan dukungan moral dan spiritual secara langsung.
Suasana haru sekaligus bahagia seketika pecah saat rombongan alumni tiba di rumah Dwi Sanyoto. Wajah Dwi yang semula layu karena menahan sakit, langsung berubah menjadi sumringah dan penuh energi begitu melihat wajah-wajah akrab sahabat masa sekolahnya datang memasuki rumah.
Rombongan yang di antaranya dikoordinasi oleh Sulisdyaningsih, Yuni, Ida, serta rekan-rekan alumni lainnya ini, hadir bukan sekadar untuk bertamu, melainkan membawa misi kemanusiaan dan ikatan batin yang kuat.
"Ini adalah wujud nyata dari komitmen kami, Alumni SMA Nasional 92. Slogan seduluran selawase itu bukan cuma pemanis di grup WhatsApp, tapi kami buktikan saat ada saudara kami yang sedang diuji seperti Mas Dwi ini," ujar Rina perwakilan rombongan di lokasi.
Kehadiran teman-teman lama ini menjadi obat penawar tersendiri bagi Dwi Sanyoto. Gurauan masa-masa SMA yang telontar di sela-sela obrolan terbukti berhasil membangkitkan senyum dan optimisme Dwi untuk bisa segera sembuh dan beraktivitas kembali.
Kunjungan ini diakhiri dengan doa bersama untuk kesembuhan total Dwi Sanyoto, sebagai kepedulian dari seluruh keluarga besar SMA Nasional Angkatan 92. Kunjungan ini menjadi bukti bahwa meski waktu telah berlalu puluhan tahun sejak lulus sekolah, ikatan persaudaraan mereka justru semakin solid dan mengakar kuat. (Red)



