TEBO NEWSLAN.ID ā Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) atau yang kerap disebut warga lokal sebagai "dompeng" di Desa Teluk Langkap, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Jambi, kian meresahkan. Alih-alih berhenti setelah berbagai imbauan, aktivitas merusak lingkungan ini dilaporkan sengaja mengelabui petugas dengan beroperasi secara sembunyi-sembunyi pada malam hari.
Kondisi ini memicu desakan publik yang kuat agar petinggi Kepolisian Republik Indonesia turun tangan secara langsung. Warga meminta Kapolri Jenderal Polisi, Kapolda Jambi, hingga Kapolres Tebo untuk mengecek langsung situasi di lapangan guna menghentikan kerusakan ekosistem sungai yang kian parah.
Keluhan masyarakat tidak hanya tertuju pada para pelaku penambang liar, melainkan juga pada dugaan adanya "main mata" antara pelaku dengan oknum aparat hukum setempat.
Beredar informasi di tengah masyarakat bahwa beberapa oknum dari tingkat Bhabinkamtibmas, Kapolsek, hingga jajaran Kepala Satuan (Kasat) di wilayah hukum terkait diduga memiliki rakit dompeng sendiri atau bertindak sebagai pelindung aktivitas ilegal tersebut. Dugaan keterlibatan ini disinyalir menjadi alasan mengapa upaya penertiban yang dilakukan selama ini terkesan formalitas atau "bohong-bohongan".
"Sungai jangan terus-menerus jadi korban. Jika ada dugaan keterlibatan oknum aparat mulai dari Bhabinkamtibmas, Kapolsek, hingga para Kasat, kami meminta dilakukan pengusutan secara terbuka dan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku," tuntut perwakilan warga yang enggan disebutkan namanya demi keselamatan.
Masyarakat kini mulai menyuarakan kegelisahan mereka ke ruang publik digital untuk menarik perhatian instansi yang lebih tinggi. Gerakan dengan tagar seperti #StopDompeng, #TelukLangkap, #SelamatkanSungai, dan #TegakkanHukum mulai ramai digunakan untuk mendesak transparansi penegakan hukum di wilayah Kecamatan Sumay.
Masyarakat berharap, dengan adanya perhatian langsung dari Kapolri dan Kapolda Jambi, praktik penambangan emas ilegal yang merusak struktur air dan lingkungan hidup di Desa Teluk Langkap dapat dihentikan secara permanen tanpa pandang bulu.(Redaksi)



